Deklarasi Menolak Provokasi dan Adu Domba, Balikpapan Bersatu Jaga Persatuan dan Kesatuan

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Balikpapan bersama pemuka agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi masyarakat (ormas) melaksanakan deklarasi dalam rangka menolak provokasi dan adu domba, di Aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Selasa (24/11/2020).

Deklarasi dilaksanakan untuk mencegah segala bentuk provokasi dan adu domba yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Deklarasi ini dihadiri Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi, Dandim 0905 Kolonel Armed I Gusti Agung Putu Sujarnawa, unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida) kota dan pemuka agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ormas.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, warga Balikpapan sangat cinta kedamaian dan tidak ingin terpecah belah diadu domba dan dihasut.

“Kota Balikpapan salah satu daerah yang menjadi contoh derah lain akan kedamaian, berangkul tangan dan bahu membahu saling menolong serta lebih fokus kepada Covid-19 yang sangat berat. Karena adanya pandemi Covid-19 membuat perekonomian menurun,” ujarnya.

Oleh karena itu masyarakat diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan, apalagi 9 Desember 2020 Balikpapan akan melaksanakan pemiliihan kepala daerah (pilkada), sehingga masyarakat diimbau agar tetap selalu menggunakan masker.

Sementara itu, Kombes Pol Turmudi menegaskan, pihaknya mengapresiasi deklarasi damai yang dihadiri oleh semua tokoh agama, ormas, tokoh adat, masyarakat, serta ormas.

“Deklarasi ini tentunya mengingkatkan kembali nilai nilai luhur bangsa. Banyaknya provokasi, ujaran kebencian yang memecah belah bangsa menjadi fenomena saat ini,” tegasnya.

Kapolresta mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh sekelompok orang yang suka mengadu domba maupun menghasut. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.