Daya Beli Masyarakat Indonesia Melemah Akibat Dampak Pandemi, Sayap Partai Demokrat Sentil Kebijakan Pemerintah

INTREN.ID, JAKARTA – Bintang Muda Indonesia (BMI) baru saja menemui salah seorang pedagang yang tadinya berdagang di luar kota, yang kini memilih berjualan di kotanya sendiri dengan kondisi sakit-sakitan. Dia kembali ke kota asalnya karena terkena pandemi.

“Kita temui salah seorang contoh dari melemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi, seorang ibu yang akhirnya memilih jualan es dengan hasil ala kadarnya. Ini adalah potret keseharian masyarakat saat pemerintah menaikkan pajak ini dan itu,” tegas Ketua DPN BMI, Farkhan Evendi, melalui keterangan tertulis yang diterima intren.id.

Farkhan juga menyebut, penarikan pajak dari bank dengan sekadar cek saldo saja harus bayar merupakan kebijakan lucu tapi jelas memberatkan masyarakat.

“Kenaikan pajak, tapi utang luar negeri juga gede-gedean. Alasan buat insfrastruktur setelah itu dibuat, lalu mangkrak, lalu dijual ke asing, begitu seterusnya. Seolah negara ini mabuk, apa saja dicari uangnya tapi hasil untuk rakyat, minim, ekonomi terjun kena rudal Covid-19 dan rudal oligarki,” ujar Farkhan.

Situasi mencekam seperti saat ini ternyata malah menguatkan daya kesewenang-wenangan pemerintah. Selain pajak ini itu, tax amnesty yang terbukti gagal juga kembali dilakukan

Daya beli masyarakat yang harusnya diproteksi dengan berbagai hal, ternyata malah yang diproteksi hanya kepentingan mafia ekonomi.

“Dana bansos (bantuan sosial) yang seharusnya membantu malah jadi alat garong seratus triliun, sungguh pendarahan akibat Covid-19 masih lebih besar pendarahan yang dilakukan oleh elit negeri. Situasi yang kita ibaratkan pilotnya ada, tapi pesawat mau ditabrakan ke gunung besar,” ujar Farkhan. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.