Dari Usia 9 Sampai 57 Tahun, Pasien Corona di Batam Bertambah Lima Orang

INTREN.ID, BATAM – Pasien terkonfirmasi positif virus corona baru (Covid-19) di Kota Batam bertambah lima orang. Ini diketahui setelah hasil pemeriksaan swab oleh Tim Analis BTKLPP Batam keluar pada Rabu (13/5/2020) malam ini.

Berdasarkan surat tertulis dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi, lima paisen tersebut saat ini telah menjalani perawatan di Rumah Sakit rujukan kota Batam. Seperti Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) virus covid-19 dan RSUD Embung Fatimah Kota Batam.

“Kelima pasien tersebut merupakan laki-laki. Ada dari jemaah tabligh akbar dan juga seorang mahasiswa hingga seorang pelajar,” ucap Rudi.

Untuk Kasus pertama merupakan laki-laki berinisial OA (44), seorang wiraswasta yang bertempat tinggal di Kompleks Masjid kawasan Sungai Harapan, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang.

OA merupakan rekan dari pasien terkonfirmasi positif nomor 32 yang kini telah meninggal dunia dan juga tinggal di satu tempat yang sama. Pada tanggal 4 Mei 2020, OA melakukan pemeriksaan RDT dengan hasil dinyatakan Reaktif.

“Karena hasil rapid-nya reaktif, maka bersama dengan jemaah satu kelompoknya kita kirim ke RSKI di Galang untuk menalani karantina,” ungkap Rudi.

Yang bersangkutan ditetapkan sebagai pasien nomor 45 dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Kasus kedua merupakan karyawan swasta berinisial SK (25) yang beralamat di Perumahan Kampung Seraya, Kelurahan Seraya, Kecamatan Batu Ampar. SK pernah melaksanakan salat tarawih di masjid Kampung Seraya, yang beberapa jemaahnya pernah kontak dengan kasus WNA terkonfirmasi positif Nomor 32.

SK pernah menjalani RDT pada tanggal 8 Mei 2020,dengan hasil Reaktif. Namun pada tanggal 09 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan pertama dengan hasil terkonfirmasi negatif. Tetapi pada 11 Mei 2020 kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dengan hasil positif. Yang bersangkutan kini ditetapkan sebagai pasien nomor 46.

Kasus Ketiga merupakan laki-laki berinisial P (57) yang beralamat sementara di kawasan Perumahan Tiban, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang. P sesungguhnya adalah warga Jawa Timur yang singgah /transit dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan perjalanan pengajian tablig dari Brunei Darussalam dan Malaysia.

Sebelumnya, P pernah menjalani karantina di Belia Antar Bangsa Cheras Malaysia dan selama di Batam tinggal dikawasan Perumahan Tiban. Dengan menempati salah satu rumah warga yang kosong bersama beberapa rekan seperjalanannya.

Karena baru tiba dari luar negeri, Tim Puskesmas Mentarau bersama Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sekupang akhirnya melaksanakan pemeriksaan RDT dan didapat hasil reaktif.

- ADVERTISEMENT -

“Akhirnya yang bersangkutan ditetapkan sebagai pasien nomor 47 dan telah dikirim ke RSKI Galang beserta kelompoknya. Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil dan tidak merasakan adanya gangguan kesehatan,” ungkap Rudi.

Kasus keempat, merupakan seorang pelajar berusia 9 tahun berinisial DVRN, yang beralamat di kawasan Perumahan Bengkong, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong. DVRN merupakan cucu dari kasus terkonfirmasi posistif nomor 44, yang juga berkaitan erat dengan klaster kasus nomor 35.

DVRN sempat menjalani RDT di masjid dekat rumahnya dengan hasil reaktif. Sehingga dia menjalani pemeriksaan swab tenggorokan RSUD Embung Fatimah Batam dengan hasil positif.

“Saat ini kondisi remaja tersebut dalam keadaan stabil dan telah dibawa ke RSUD Embung Fatimah. Agar bisa ditangani lebih intensif oleh tim medis. Yang bersangkutan ditetapkan sebagai pasien nomor 48,” tegas Rudi.

Kasus kelima, remaja laki-laki berinisial JSB (18) yang merupakan mahasiswa, bertempat tinggal di kawasan Perumahan Batam Centre, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota.

JSB lebih dari sepekan sebelumnya mengalami keluhan demam yang disertai dengan batuk berdahak yang bercampur darah. Dan pada tanggal 08 Mei 2020 memeriksakan diri klinik dikawasan Baloi Lubuk Baja.

Karena tidak ada perbaikan yang dirasakan, akhirnya keluarga membawa ke UGD RS Swasta di Kawasan Batam Centre.

“Akhirnya tim medis pada rumah sakit tersebut melakukan tindakan penanganan. Dengan pemeriksaan diagnostik laboratorium dan foto toraks dengan kesimpulan Pneumonia Suspect TB Paru. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan RDT dengan hasil Reaktif,” sebut Rudi.

JSB kemudian ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) dan harus dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Selanjutnya pada tanggal 11 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya telah diterima pada hari ini dan dinyatakan terkonfirmasi positif dan ditetapkan sebagai pasien nomor 49.

“Sejauh ini kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan masih terus menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit tersebut,” urai Rudi.

Saat ini, tim surveilans dan epidemiologi masih terus bergerak melakukan proses contact tracing dan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap semua orang yang ditenggarai berkontak terhadap kasus-kasus terkonfirmasi tersebut. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.