Dapat Hibah 12,5 Ton Gula dari Bea Cukai, Pemko Batam Bakal Bagikan untuk Masyarakat

Barang Sitaan dari Perairan Selat Nenek

INTREN.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendapatkan hibah dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam berupa Gula 12,5 ton. Gula ini diserahkan secara simbolis pada Jumat (8/5/2020) di Dataran Engku Putri Batam Center.

Atas hibah ini, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan menyambut baik. Diakui bila saat ini membutuhkan bantuan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi virus corona baru (Covid-19).

“Pemko Batam tentunya menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU Bea dan Cukai yang telah menghibahkan barang hasil tindakan ini. Untuk bisa dibagikan kepada masyarakat,” ucap Rudi.

Dia mengungkap, pandemi Covid-19 memberikan dampak ekonomi kapada masyarakat Kota Batam. Jika diperkirakan kasus Covid-19 selesai bulan Juni mendatang, ekonomi masyarakat baru bisa kembali pulih pada September.

“Maka dari itu kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk bisa memulihkan ekonomi Batam,” terang Rudi.

Dia juga berharap jika ada penindakan dengan barang jenis serupa, agar bisa diserahkan kepada pemko Batam. Nantinya akan langsung diserahkan kepada masyarakat.

- ADVERTISEMENT -

Sementara itu Kepala KPU Bea dan Cukai Batam Susila Brata mengatakan, hibah barang sitaan berupa Gula seberat 12,5 ton tersebut berada dari perairan Selat Nenek Kota Batam. Barang hasil tangkapan tersebut tidak memiliki dokumen resmi, termasuk juga tidak diketahui pemiliknya. Karena itu barang tersebut langsung disita menjadi barang milik negara.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) agar 12,5 ton gula tersebut bisa dihibahkan kepada Pemko Batam untuk masyarakat,” ucap Susila.

Dia mengerti bila pada masa seperti ini Pemko Batam membutuhkan sembako. Yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak pandemi virus corona baru (Covid-19).

Meskipun barang sitaan, Susila menegaskan telah melalui uji laboratorium. Karena pihaknya telah bekerja sama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri.

“Hasil laboratorium dari sampel yang diuji menujukkan gula ini layak dikonsumsi. Jadi kami hibahkan untuk bisa didistribusikan kepada masyarakat,” harapnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.