Dapat Asimilasi Corona, Seratusan Napi di Rutan Barelang Bebas

Sudah Jalani Tiga Perempat atau Setengah Masa Tahanan

INTREN.ID, BATAM – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Barelang Kota Batam, memberikan Asimilasi kepada 111 warga binaan masyarakat (WBP). Asimilasi ini adalah proses pembinaan narapidana (napi) dewasa dan anak membaurkan mereka dalam kehidupan masyarakat di tengah wabah virus corona baru (Covid-19).

Kepala Rutan Kelas IIA Batam Yan Patmos mengatakan, asimilasi dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan HAM Nomor 10 tahun 2020 tentang asimilasi narapidana.

“Untuk WBP yang mendapat Asimilasi yang sudah menjalani masa hukuman tiga perempat atau setengah dari masa tahanan,” jelas Yan Patmos, Senin (6/4/2020).

Selain itu, ada tiga tiga syarat WBP yang bisa mendapatkan Asimilasi sesuai dengan PP 99 thn 2012. Di antaranya tidak memiliki atau menjalani subsider (denda) hukuman seperti Napi narkoba, korupsi serta bukan Warga Negara Asing (WNA).

Kata Yan Patmos, para WBP yang telah mendapat asimilasi sejak awal April lalu mayoritas terjerat kasus tindak pidana umum. “Untuk hari ini (Senin, Red.) ada sebanyak 80 orang yang mendapatkan Asimilasi,” sebutnya.

- ADVERTISEMENT -

Pada kesempatan itu, Yan Patmos juga berpesan kepada para WBP untuk bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah dilalui. Supaya tidak kembali terjebak dalam kasus serupa.

“Berbagai pengertian terkait Asimilasi juga telah kami berikan agar tidak ada salah paham antar WBP. Setelah dibebaskan, para WBP juga akan langsung melakukan Isolasi mandiri untuk bisa mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) kelas IIA Barelang, Heri Aguswanto menyampaikan, pihaknya selalu mendukung kebijakan dan keputusan yang diambil dari Kementrian Hukum dan HAM.

“Terlebih untuk membantu pencegahan penyebaran virus Covid-19. Asimilasi ini juga bisa mengurangi over capacity yang selama ini menjadi permasalahan di Rutan dan Lapas,” ungkapnya singkat. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.