Dana BOS Batam Tak Bisa untuk Beli Penyanitasi Tangan, Ini Penyebabnya

INTREN.ID, BATAM – Meski diperbolehkan, namun dana Bantuan Kepada Operasional Sekolah (BOS) di Batam tak bisa dialokasikan untuk membeli hand sanitizer atau penyanitasi tangan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, Kamis (12/3/2020).

Hendri menjelaskan, dana BOS yang telah diterima pada tahun 2020 ini telah selesai diatur sesuai dengan Rancangan Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang sama dengan tahun sebelumnya. Sehingga tak bisa dibelanjakan di luar RKAS.

“Dana BOS telah diatur dalam RKAS, dan itu sudah diketok palu. Dan tidak bisa kami belanjakan,” ucap Hendri.

Namun begitu, pembelian penyanitasi tangan bisa dimasukkan dalam RKAS untuk tahun 2021. Karena RKAD 2021 baru akan direncanakan pada akhir tahun 2020 nanti.

Meski demikian, dirinya juga telah menyampaikan kepada para kepala sekolah untuk mempersilakan pengadaan sabun pencuci tangan dalam rapat yang digelar beberapa waktu lalu. “Sudah pernah kami instruksikan untuk mengadakan peralatan tersebut dan ada beberapa sekolah yang sudah mempersiapkannya,” ungkap Hendri.

Mengingat virus Corona atau Covid-19 saat ini telah masuk ke dalam pandemi, Hendri mengatakan bisa saja mempergunakan Dana BOS untuk pembelian penyanitasi tangan melalui APBD perubahan. “Bisa mempergunakan (BOS), tetapi melalui APBD perubahan yang kita lakukan secepatnya,” ungkapnya.

Hendri mengurai, jauh sebelum kebijakan tersebut dilakukan, hampir seluruh sekolah juga telah menyiapkan tempat cuci tangan (wastafel) ataupun tempat wudu. Wastafel dan tempat wudu ini bisa digunakan oleh para siswa untuk menjaga kebersihan tangan.

- ADVERTISEMENT -

Diketahui bersama, pada 2020 ini Batam menerima dana BOS sebesar Rp 110 milliar. Angka ini mengalami kenaikan sekira 10 persen dari tahun 2019 lalu. Adapun dana tersebut langsung ditransfer ke 145 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 63 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

Sementara itu Wiwik Darwiyati selaku Kepala sekolah SMPN 3 Batam, mengatakan, hingga saat ini belum ada realisasi terkait kebijakan penyanitasi tangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut. Surat edarannya sendiri baru diterima Kamis (12/3/2020) pagi.

“Kami belum ada langkah pelaksanaan. Semua harus kami lakukan rapat terlebih dahulu, karena dana BOS yang telah kami terima sudah ada rencana pengalokasiannya,” ucap Wiwik singkat.

Namun demikian, pihak sekolah telah mendatangkan dokter dari Rumah Sakit Otorita Batam untuk melakukan sosialisasi pencucian tangan yang benar kepada para siswa.

“Sosialisasi kami lakukan dengan mengundang dokter dan perawat dari Otorita Batam. Biasanya para siswa diajarkan bagaimana cara mencuci tangan dengan benar demi meminimalisisasi penyebaran virus Corona,” pungkasnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.