Dampak Kenaikan Harga BBM, Ojol dan Angkot Dapat Keringanan Pajak Nol Persen, Syaratnya Cukup Mudah

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Kabar baik bagi para driver ojek online (ojol) dan angkutan kota (angkot). Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kaltim akan memberikan keringanan pajak nol persen. Itu merupakan implementasi kebijakan dalam rangka meringankan masyarakat menengah ke bawah yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Kaltim, AKBP Andreas Jaya Tampubolon mengatakan, kebijakan tersebut masih menunggu dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim. Hal itu sudah dikoordinasikan antara tiga pilar Samsat, yakni Polri, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dan Jasa Raharja.

“Saat ini kami sedang menyiapkan perangkatnya. Sehingga, ketika SK Gubernur Kaltim turun, Samsat segera menyiapkan mekanismenya seperti apa,” jelas Andreas.

Perwira dengan dua melati di pundak itu menjelaskan, pajak nol persen diberikan kepada driver ojol kendaraan roda dua semua operator dan angkot pelat kuning. Bahkan, bukan hanya pajak nol persen saja, namun pajak pokoknya juga rencananya akan dinolkan.

Bagaimana dengan persyaratannya? Andreas menyebut sangat mudah. Pemohon hanya menunjukkan bukti kepesertaan aktif sebagai driver ojol. Di mana, itu berlaku untuk semua aplikator, baik Maxim, Gojek, Grab, dan lainnya.

“Rekan-rekan driver ojol dapat menunjukkan bukti kepesertaan, keaktifan keanggotaan, dan sesuai dengan nama yang tertera dan nomor kendaraannya. Selanjutnya, kami akan verifikasi secara on time,” tutupnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.