Dalam Pengawasan Ketat, Salat Jumat Kembali Digelar di Bontang

INTREN.ID, BONTANG – Dibukanya kembali rumah ibadah dan diperbolehkannya kembali salat Jumat berjemaah di masjid pada Jumat (29/5/2020) hari ini membawa kegembiraaan bagi umat Islam khususnya yang ada di Bontang.

Hal ini terlihat dari banyaknya jemaah yang antusias mendatangi rumah-rumah Allah tersebut. Apalagi sudah beberapa bulan mereka tidak bisa beribadah di masjid dan hanya bisa melaksanakan ibadah di rumah.

Meskipun demikian, pengurus masjid enggan kecolongan. Sebelum dan setelah salat Jumat mereka melakukan pengawasan super ketat. Selain untuk mematuhi apa yang diimbau oleh Pemkot Bontang, juga sebagai langkah antisipasi agar tidak ada kasus penularan di masjid.

“Kami sudah buatkan 16 poin imbauan protokol kesehatan untuk jemaah yang mengacu pada edaran pemerintah. Dan kami tegaskan para jemaah harus menaati apa yang sudah disepakati tersebut,” ujar Sekretaris Masjid Asy Syuhada Berbas Pantai Ikbal Sultan.

Beberapa poin inti dari imbauan tersebut adalah tidak membawa anak-anak usia di bawah usia 12 tahun. Membawa sajadah sendiri dan telah berwudu dari rumah. Mengenakan masker, menjaga jarak, wajib mencuci tangan baik saat masuk dan keluar masjid, mengisi buku absen, dan beberapa poin lainnya.

“Bagi jemaah yang kondisinya kurang fit atau habis bepergian dari luar kota, kami imbau untuk salat di rumah saja,” papar Ikbal.

Pihaknya juga menyiapkan fasilitas pengecekan suhu di pintu masuk masjid. Kata Ikbal, bagi jemaah yang hasil uji suhunya di atas 37,5 derajat celsius, maka jemaah tersebut bersedia untuk dipersilahkan pulang.

- ADVERTISEMENT -

“Protokol ini dibuat tentu untuk kebaikan semua. Kami juga per dua hari sekali melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh area masjid sebagai langkah pencegahan,” tuturnya.

Tidak hanya di Masjid Asy Syuhada, pengawasan ketat juga dilakukan di Masjid Raya Baiturrahman. Di masjid yang berlokasi di komplek PC VI Pupuk Kaltim tersebut, tampak jemaah yang baru datang diwajibkan mengisi absen. Melakukan pengecekan suhu tubuh, penyediaan penyanitasi tangan , pengaturan jarak, dan mempersingkat khotbah serta bacaan salat.

Termasuk sebelum khatib naik mimbar, pengurus masjid tak lupa terus mengingatkan jemaah yang hadir agar mematuhi seluruh protokol yang sudah dibuat.

“Setelah salat kami minta barisan paling belakang dulu yang keluar masjid, setelah itu baru disusul jemaah lainnya yang di depannya. Agar tidak terjadi kerumunan saat pengambilan sandal,” ujar MC salat jumat mengingatkan.

Dari pengamatan media ini, seluruh lantai masjid juga telah diberi tanda silang yang berfungsi sebagai pengatur jarak. Pada lantai yang diberi tanda silang, maka tidak boleh digunakan untuk tempat salat. Absensi jemaah yang hadir tidak hanya dilakukan saat salat jumat, namun juga setiap kali salat lima waktu berjemaah. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.