Dalam Dua Hari, Satgas Covid-19 Batam Jaring Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan

INTREN.ID, BATAM – Tim Terpadu Kota Batam telah melakukan razia penerapan Peraturan Wali Kota Batam tentang Disiplin Protokol Kesehatan di sejumlah titik kota Batam selama dua hari. Setidaknya 58 orang pelanggar kedisplinan telah diberikan sanksi baik secara lisan maupun tertulis dan pernyataan.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, Imam Tohari mengatakan, untuk razia yang dilakukan oleh tim terpadu baru dilaksanakan di tiga titik. Antara lain di Pasar Botania, Mega Lagenda dan Mitra Raya.

Dalam razia yang dilakukan, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan mengingatkan terkait Perwako Nomor 49 Tahun 2020 tersebut. Imam mengungkapkan, untuk razia kedisiplinan yang dilakukan oleh tim terpadu tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya beberapa hari dalam satu pekan.

“Kalau razia bersama tim kita lakukan beberapa kali dalam sepekan. Tetapi untuk sosialisasi tetap dilakukan setiap hari oleh pihak kecamatan,” ungkap Imam, Jumat (18/9/2020).

Kepada masyarakat yang melanggar, pihaknya akan memberikan arahan agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Apabila keluar rumah wajib mengenakan masker. “Nanti jika tetap melanggar, ada sanksi yang lebih berat lagi,” tegasnya.

Terpisah, Wali Kota Batam Muhammad Rudi tak henti-hentinya menyosialisasikan pentingnya memakai masker pada masa pandemi Covid-19 ini. Lantaran efek virus ini cukup besar. Selain kasus terpapar, pandemi ini membawa masalah lain yakni terpukulnya sektor ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya berharap kita pakailah masker, patuhi protokol ini. Menjaga kesehatan diri dan orang lain, saya dengar katanya wajib,” harap dia.

Rudi juga mengatakan telah mengeluarkan Perwako terkait kedisiplinan protokol kesehatan. Namun belum ada hukuman yang dikhawatirkan akan memberatkan masyarakat.

“Saya sudah sampaikan ke pak Sekda (Jefridin) jangan dahulu ada hukuman yang memberatkan masyarakat. Tetapi tolong jalani protokol kesehatan. Hanya ini caranya, karena belum ada vaksinnya,” ungkapnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.