Curi Perhatian, Ini Kata Dokter Reisa tentang Penggunaan Masker

INTREN.ID, JAKARTA – Nama Reisa Broto Asmoro mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Dokter cantik ini bergabung dalam Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gugus Tugas Nasional) dalam edukasi pencegahan virus corona baru (Covid-19).

Pada penampilan perdananya, perempuan 34 tahun yang pernah menjadi model dan Putri Indonesia ini mengingatkan agar penggunaan masker penutup hidung dan mulut diganti setelah empat jam pemakaian.

“Penggunaan masker disarankan maksimal hanya 4 jam, dan harus diganti dengan yang baru, atau yang bersih,” ungkap Dokter Reisa dalam konferensi pers Gugus Tugas Nasional, Selasa (9/6/2020).

Selain itu masker juga wajib diganti apabila sudah basah atau terlalu lembab. Karenanya Reisa menganjurkan masyarakat membawa persediaan masker apabila harus pergi keluar rumah.

“Masyarakat disarankan untuk membawa beberapa buah masker ketika harus pergi keluar rumah untuk beraktivitas,” terangnya.

Reisa yang mulai aktif bertugas sejak Senin (8/6) lalu mendampingi Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, juga mengatakan bahwa penggunaan masker harus tepat. Masker harus dipastikan benar-benar menutupi hidung, mulut hingga dagu.

“Penggunaan masker pun harus tepat, misalnya menutupi hidung sampai dengan dagu,” jelasnya.

Selain itu, sebaiknya tidak menarik atau menurunkan masker dan tidak menyentuh bagian depan masker setelah digunakan beberapa saat. Untuk melepaskannya, cukup dengan memegang bagian tali atau pengait tanpa menyentuh bagian kain dan kemudian dibuang atau dicuci kembali untuk jenis masker kain.

- ADVERTISEMENT -

“Cukup pegang bagian tali masker tanpa menyentuh bagian kain,” tambah Reisa.

Kemudian, penggunaan masker ini hanya dapat efektif apabila seseorang yang memakainya juga menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Cuci tangan sebelum menggunakan masker, hindari memegang area wajah, terutama mata, hidung, dan mulut. Jangan  memegang kain bagian depan masker ketika digunakan.

Reisa turut mengimbau bahwa dalam konteks pandemi Covid-19, semua orang meskipun menggunakan masker,  tetap harus menghindari kerumunan dan tempat ramai. Serta menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain.

“Terutama, dari mereka yang bergejala, atau mengalami gangguan pernapasan, seperti batuk, bersin, demam, dan lain-lain. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan bila tidak ada, gunakanlah hand rub berbasis alkohol,” paparnya.

Dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru, budaya memakai masker di tempat umum, kantor, pasar, sarana transportasi, dan ruang publik lainnya sangat dianjurkan. Hal itu dilakukan untuk memastikan seseorang aman dari Covid-19 sekaligus tetap bisa produktif berkarya.

Reisa juga menambahkan bahwa hal itu juga untuk tetap menjaga kelangsungan rumah tangga dan keluarga, dan bermasyarakat. Meningkatkan kegiatan gotong royong serta solidaritas antar seama dalam bersama melawan Covid-19.

“Lakukan hal ini dengan disiplin. Lindungi diri, lindungi orang lain. Pastikan kita, keluarga, tetangga, kerabat, dan kawan, aman dari Covid-19 dan tetap produktif membangun bangsa,” tandasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.