Cukup Satu Periode Memimpin Kutim, Mahyunadi-Kinsu Bakal Selesaikan Masalah Infrastruktur Jalan

INTREN.ID, SANGATTA –Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu memiliki sederet alasan kuat hingga memutuskan maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada). Di antara alasan yang mendorong keduanya maju sebagai calon kepala daerah karena ingin mengentaskan pembangunan Kutim yang dinilai amburadul.

Itu diungkapkan Mahyunadi saat bertandang ke Desa Batu Balai, Kecamatan Muara Bengkal dan Desa Sumber Sari, Kecamatan Long Mesangat, Minggu (18/10/2020), dalam rangka melaksanakan kegiatan sosialisasi dan kampanye terbatas.

“Kami melihat pembangunan Kutim ini sangat berantakan. Kalau Kutim ini baik-baik saja dan pembangunannya maju, maka kami tidak akan maju. Tapi karena ada persoalan itu, makanya kami putuskan untuk maju,” katanya.

Itu menjadi alasan dan magnet menurut Mahyunadi yang menarik dirinya dan H Kinsu untuk berduet sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Dengan menjadi kepala daerah, keduanya ingin Kutim berbenah dan menjadi daerah yang maju.

“Kami maju untuk membawa kabupaten ini menuju perubahan yang maju. Kami ingin, Kutim bukan hanya lebih baik dari hari ini. Tetapi bisa lebih baik dari kabupaten/kota lainnya di Kaltim, insya Allah bahkan ke tingkat nasional,” tutur ketua DPRD Kutim2014-2019 itu.

Dia menyampaikan, lewat berbagai program yang telah mereka susun dalam visi dan misi pembangunan, di antaranya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik berbasis elektronik dan mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional.

“Komitmen saya dan H Kinsu adalah membawa kemajuan bagi Kutim. Insya Allah di bawah kepemimpinan kami, Kutim akan jauh lebih baik dari hari ini,” ucapnya memberikan keyakinan.

Di antara persoalan pembangunan yang banyak dikeluhkan masyarakat dalam kegiatan kunjungannya ke Muara Bengkal dan Long Mesangat, diakui Mahyunadi, masih banyak berkaitan dengan buruknya infrastruktur jalan. Hal itu dinilai wajar karena masih banyak jalan-jalan kecamatan dan desa di Kutim kondisinya sangat memprihatinkan.

- ADVERTISEMENT -

“Bila musim hujan, jalan pun menjadi licin dan berlumpur. Banyak kendaraan amblas karena terjebak jalan lumpur. Bila musim kemarau, jalan penuh kerikil dan penuh debu. Ini tentu masalah yang harus segera dibenahi bila kami diamanahkan jadi Bupati dan Wakil Bupati Kutim,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan H Kinsu. Kepada masyarakat, dia yakin mampu menyelesaikan persoalan pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Kutim pada periode pertama mereka memimpin.

Salah satu solusi yang akan dihadirkan untuk mengentaskan persoalan itu, menurutnya dengan memperjuangkan alokasi anggarannya di APBD Kaltim dan APBN. Sehingga APBD Kutim bisa difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ke depan, pembangunan infrastruktur jalan di setiap kecamatan akan kami perjuangkan lewat APBD Kaltim dan APBN. Di pusat, kami banyak didukung para menteri dari partai yang mengusung kami saat ini. Sementara APBD Kutim kita optimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Mengapa pembangunan infrastruktur jalan di setiap kecamatan dan desa harus dipercepat? Kinsu menjelaskan, ketersediaan infrastruktur yang baik dan memadai adalah kunci untuk mendorong program percepatan dan pemerataan pembangunan di masyarakat.

Jika infrastruktur jalan telah terbangun dengan baik dan terkoneksi antara kecamatan satu dengan lainnya, begitu juga antar desa, maka geliat ekonomi akan tumbuh. Dengan adanya perputaran ekonomi yang baik, harga-harga menjadi murah dan terjangkau.

“Harapan dari itu adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berkewajiban menyiapkan infrastruktur untuk itu. Dalam periode pertama kami memimpin, insya Allah semua masalah infrastruktur jalan akan kami tuntaskan,” pungkasnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.