Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u9471944/public_html/intren.id/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1178

Covid-19 Sudah Jadi Pandemi, Pemerintah Tak Punya Rencana Lockdown

INTREN.ID, JAKARTA – Penyebaran virus Corona (Covid-19) kian mengkhawatirkan. Bahkan organisasi kesehatan dunia WHO telah mengumumkan status pandemi untuk wabah ini. Sejumlah negara pun telah melakukan kebijakan “lockdown” atau isolasi terhadap negara mereka, seperti yang dilakukan Tiongkok, Italia, Denmark, dan yang terbaru Filipina.

Namun demikian, opsi lockdown tersebut belum menjadi perhatian Pemerintah Indonesia dalam penanganan Covid-19. Malahan, Achmad Yurianto selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyatakan Indonesia tidak memiliki opsi lockdown. “Kami tidak memiliki opsi lockdown,” kata Yurianto, Kamis (12/3/2020) malam.

Pun demikian pria yang juga menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu berujar, pemerintah belum pernah merencanakan isolasi sebagaimana yang dilakukan negara-negara lain. Dalam hal ini, meski status Covid-19 telah menjadi pandemi, pemerintah mengklaim sudah meningkatkan kewaspadaan.

Yurianto mengatakan, lockdown memiliki beragam dampak, sebagaimana yang dilakukan Jepang terhadap kapal Diamond Princess. Setelah diisolasi, penularan di kapal itu malah meningkat cepat. Pasalnya dengan isolasi, akses kedatangan dan kepergian individu sudah tertutup. Alhasil angka penularan virus terhadap masyarakat akan meningkat. “Kalau di-lockdown, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” klaimnya.

Status pandemi Covid-19, sambung Yurianto, membuat semua negara kini menyiapkan berbagai alat kesehatan. Meliputi masker, kacamata, dan obat-obatan. Pemerintah Indonesia pun demikian, yaitu sudah menyiapkan 10 ribu satu set alat dan 15 juta masker, termasuk jumlah kebutuhan kit laboratorium pemeriksaan. “Kami sudah menyiapkan 10 ribu kit dan akan kami tambah lagi,” sebut Yurianto.

Terkait ketersediaan masker, dia menyatakan pemerintah sudah memastikannya untuk warga Indonesia. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) disebut memastikan ketersediaan masker tersebut. “Lebih kurang 15 juta masker juga sudah disiapkan semuanya. Tetapi ini bukan suatu jumlah yang kami anggap kurang atau kami anggap cukup,” tegas Yurianto.

Diketahui, sudah tercatat 34 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Satu kasus pasien meninggal dunia sementara tiga di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Saat ini pemerintah telah mengisolasi 12 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru yang merupakan kontak dekat dari pasien positif Covid-19 dan juga pasien yang baru kembali dari wilayah di luar negeri yang terjangkit Covid-19. (***)

Editor: Lukman Maulana

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.