Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u9471944/public_html/intren.id/wp-content/themes/publisher/includes/libs/bs-theme-core/theme-helpers/template-content.php on line 1178

Covid-19 Merebak, Anies Liburkan Semua Sekolah di Jakarta

INTREN.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan meliburkan dan menutup semua sekolah selama dua pekan ke depan. Keputusan ini diambil terkait merebaknya virus Corona baru (Covid-19) di Jakarta.

“Kami sampai pada kesimpulan bahwa Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan Pemprov DKI,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balairung Balai Kota DKI, Sabtu (14/2/2020).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) DKI, ada 1,5 juta peserta didik di Jakarta dari total 10,6 juta penduduk Jakarta. Karena itu Anies menganggap tindakan penyelamatan harus dilakukan. Sehingga para pelajar khususnya anak-anak dapat dihindarkan dari bahaya Covid-19.

Selama penutupan sekolah, kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan melalui jarak jauh. Sementara, Ujian Nasional (UN) juga ujian sekolah yang dijadwalkan akan ditunda dahulu.

“Penutupan sekolah ini berlaku dua pekan. Kami akan melakukan review kembali di akhir pekan kedua untuk melihat perkembangannya,” papar Anies.

Anak-anak disebut bisa menjadi ‘carrier’ atau perantara atas penyebaran Covid-19. Hal ini Berdasarkan informasi organisasi kesehatan dunia WHO dan studi kasus Covid-19 di dunia internasional.

Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang Pemprov memutuskan untuk meliburkan sekolah-sekolah di ibu kota libur selama dua pekan ke depan.

“Data menunjukkan mereka tidak banyak terjangkiti COVID-19, tetapi mereka adalah carrier,” tutur Anies.

Anak-anak, sambungnya, minim menunjukkan gejala atau menderita akibat mengidap virus. Sekalipun begitu, virus memanfaatkan biologi anak-anak untuk bisa menjangkiti kalangan yang lebih rentan Covid-19 yaitu orang dewasa, juga orang dengan usia tua.

“Mereka penular dari orang dewasa satu ke orang dewasa yang lainnya. Jadi meskipun mereka tidak terjangkiti, angkanya kecil, tetapi mereka bisa menularkan dari satu pribadi ke pribadi lainnya,” sebut pria yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI itu.

Anies mengungkapkan, dengan diambilnya keputusan tersebut, selain melindungi anak-anak dari Covid-19, juga, dapat menekan penyebarannya. Interaksi anak-anak dengan orang dewasa di tempat umum dengan guru di sekolah, hingga kalangan-kalangan lain di luar keluarga menjadi semakin sedikit.

“Kegiatan belajar mengajar selalu melibatkan orang dewasa. Untuk mengantarkan, untuk menjemput, untuk mobilitas, dan itu punya potensi peningkatan pada intensitas pertemuan antar orang dewasa,” tandasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.