Corner Kick (7); Corona Menyatukan Dunia

Oleh Guntur Marchista Sunan

INTREN.ID, BATAM – Dunia sedang dilanda perang. Bukan perang bersenjata. Bukan pula antar-negara. Namun perang melawan Covid-19.

Dengan komitmen bersama untuk memerangi virus beralias corona, saya sangat yakin bahwa wabah itu segera hilang dari muka bumi. Boleh percaya atau tidak, corona menyatukan seluruh umat manusia dari berbagai belahan penjuru dunia.

Tentu kita masih ingat di “zaman” sebelum pandemi corona, negara-negara saling adu pengaruh. Amerika Serikat dan Rusia bersaing untuk meraih simpati negara-negara lain. Belum lagi munculnya kekuatan baru seperti Tiongkok.

Persaingan benar-benar terjadi. Perang urat saraf tak terhindarkan. Bahkan masing-masing menjadi beking bagi negara-negara lain yang tengah bertikai. Mereka unjuk kekuatan, unjuk pengaruh, dan yang pasti unjuk kebolehan.

Namun gambaran soal gengsi dan permusuhan para negara adikuasa pun sirna. Pesawat Antonov-124 milik Rusia yang mendarat di Bandara John F Kennedy Amerika Serikat, Kamis (2/4/2020) waktu setempat menjadi pertanda.

Antonov itu datang membawa bantuan berupa alat medis untuk Amerika Serikat memerangi corona. Vladimir Putin mengirimkan bantuan untuk musuh bebuyutannya, Donald Trump.

Dua negara adikuasa yang sebelumnya selalu terlibat intrik saling membantu. Bergandengan tangan memerangi musuh bersama. Musuh umat manusia: Corona.

Meskipun dikabarkan berasal dari Wuhan, Tiongkok, namun Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah penderita corona terbesar di dunia. Jumlahnya berlipat-lipat. Lebih besar dari negara-negara pandemi lainnya, termasuk Tiongkok.

Pemandangan indah lainnya, Tiongkok yang sukses melewati badai corona, sampai mengerahkan dokter dan ahli kesehatan masyarakat untuk membantu Italia menghadapi corona. Pasalnya, jumlah kematian di Italia mengalahkan Tiongkok. Sampai-sampai, lagu kebangsaan Tiongkok bergema di Negeri Pisa.

Yang menarik, baku tembak dan kekerasan di Yerusalem tidak ada lagi. Palestina dan Israel bersatu mengatasi pandemi tersebut. Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah bekerja sama dengan pejabat kesehatan Israel. Mereka berkolaborasi untuk mengatur pergerakan warganya dan menerapkan kebijakan manajemen rumah sakit.

- ADVERTISEMENT -

Terlepas dari segala keburukannya, corona menyatukan dunia. Barangkali, ini menjadi momentum bersama bagi seluruh masyarakat dunia, bahwa bersahabat lebih baik ketimbang bermusuhan satu sama lain.

Tentunya kita berharap, kemesraan dan aksi saling bantu antara negara-negara di dunia bisa terus terjadi. Tidak hanya pada saat terjadi pandemi corona saja. Melainkan juga setelahnya. Bayangkan bagaimana indahnya dunia tanpa permusuhan.

Tak hanya itu saja, kita semua tentu terus berharap dan berdoa agar wabah corona segera hilang. Sehingga aktivitas kembali normal. Sama seperti di Wuhan, daerah yang sebelumnya lumpuh akibat corona. Kini mereka sudah bisa move on. Bisa bangkit dari keterpurukan.

Saya tertarik dengan ucapan seorang psikolog bernama Samuel Paul Veissière Ph.D. Dia menyebut ada lima hal positif yang terjadi di tengah-tengah wabah corona.

Pertama, lebih peduli dengan kesehatan. Meskipun mematikan. Namun gegara corona kita sekarang lebih memperhatikan kesehatan dan lebih menjaga kebersihan.

Kedua, seluruh dunia bekerja sama. Gegara wabah corona, dunia seolah berbondong-bondong untuk mengalahkan musuh bersama. Kerja sama dalam skala global itu belum pernah terjadi. Contohnya saja seperti Amerika Serikat dengan Rusia, Tiongkok dengan Italia, hingga Palestina dengan Israel.

Ketiga, manusia saling membantu. Bencana alam biasanya menyatukan orang dan memicu tindakan solidaritas. Manusia saling membantu tanpa perlu melihat suku, ras, atau kepercayaan.

Keempat, membaiknya kualitas udara. Kesehatan mental yang buruk hingga polusi dan polarisasi yang meningkat, seakan menjadi bukti bahwa masyarakat terlalu sibuk bekerja, konsumsi berlebihan, dan terlalu individulisme. Ketika sosial distancing dilakukan di seluruh dunia, kualitas udara menjadi membaik.

Kelima, hobi tertunda bisa terlaksana saat isolasi mandiri. Awalnya mungkin sulit untuk melakukan segala aktivitas hanya dari rumah. Tapi hal itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan kesehatan pribadi dan saling menjaga satu sama lain.

Oleh karena itu, di tengah terjadinya wabah ini, mari saling menguatkan, saling mendukung, saling mendoakan, dan saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan.

Bagi masyarakat Indonesia, mari kita ikuti anjuran dan imbauan pemerintah. Tetap di rumah. Sehingga musibah ini bisa segera kita lalui. Dan yang pasti, tidak ada lagi saudara-saudara kita sesama umat manusia yang kehilangan nyawa akibat corona. (***)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.