- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Corner Kick (19); Ketika Presiden Marah ke Menteri

Oleh Guntur Marchista Sunan

INTREN.ID, BATAM – Penerapan tatanan kehidupan normal baru alias new normal belum memberikan efek kejut bagi pertumbuhan ekonomi. Aktivitas masih berjalan landai. Nyaris tidak ada pergerakan berarti di semua sektor. Entah mau sampai kapan kondisi ini.

Mal-mal dan pusat perbelanjaan memang sudah buka. Namun transaksinya masih belum sesuai harapan. Mungkin, ketakutan masyarakat akan terjangkit Covid-19 menjadi penyebabnya. Tidak ada jaminan bahwa memakai masker, menjaga jarak, hingga membersihkan tangan bisa terhindar dari virus beralias corona itu.

Pergerakan manusia dari pulau satu ke pulau lainnya di Indonesia juga sudah sangat jarang. Mungkin saja karena ribetnya aturan jadi salah satu musabab. Apalagi harus mengurus ini dan itu, keluarkan biaya untuk tes, dan lain-lainnya. Belum lagi harga tiket yang lumayan.

Saya sangat kecewa saat mendapat fakta bahwa, pemerintah pusat bekerja terlalu santai. Celakanya, yang membuka aib para menteri adalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Contohnya saja Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dari Rp 75 triliun anggaran yang disediakan, baru dibelanjakan 1,53 persen saja.

- ADVERTISEMENT -

Lah ini bagaimana ceritanya. Pemerintah sendiri tidak memberi contoh kepada rakyatnya, tentang bagaimana memulihkan kondisi ekonomi. Bisa dibayangkan, anggaran sebesar itu tertahan di kas negara. Pertanyaannya, kenapa tidak segera dibelanjakan. Biar ada transaksi.

Itu baru Kemenkes. Kalau melihat gelagat presiden, ada kementerian lain yang “kelakuannya” sama dengan Kemenkes. Bisa dibayangkan, duit rakyat yang disetor ke negara ditahan oleh negara. Tidak dibelanjakan. Tidak diputar lagi. Kalau saya jadi Pak Jokowi, detik itu juga langsung saya pecat itu menteri.

Pro dan kontra bermunculan menyikapi kemarahan eks Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu. Wajar. Ada koalisi dan opsisi. Ada yang suka dan tidak. Tapi saya menganggapnya biasa-biasa saja. Mungkin, presiden sudah jengkel bukan kepalang melihat kinerja anak buahnya.

Mungkin saja, publik menanti keputusan presiden seperti apa. Tidak hanya sekadar menunjukkan ke publik bagaimana dia marah dan mengancam menterinya. Lebih dari itu, bagaimana upaya presiden mengatasi persoalan yang membelit negara ini. Mari kita nanti. (***)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.