- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Corner Kick (16); Pilkada Paling Keren

Oleh Guntur Marchista Sunan

INTREN.ID, BATAM – Pelaksanaan pemungutan suara sudah ditetapkan pada 9 Desember 2020 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menyusun Rancangan Peraturan KPU (PKPU) untuk mengatur tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Di antara semua poin dalam rancangan tersebut, salah satu poin yang menarik bagi saya adalah pelaksanaan kampanye. Karena ada pembatasan jumlah peserta kampanye. Tidak boleh ada ramai-ramai. Semua diharuskan digelar di tempat tertutup.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kampanye kali ini kemungkinan jauh dari suasana ingar-bingar. Tidak ada lagi yang namanya kampanye akbar. Tidak ada lagi kumpul-kumpul sembari joget. Tidak ada lagi konser seperti yang sudah-sudah. Pokoknya beda.

Tidak hanya berdamai dengan Covid-19 seperti saran Presiden Joko Widodo. Kita juga harus berdamai dengan arus digitalisasi. Sudah harus meninggalkan gaya kampanye konvensional yang identik dengan massa. Sekarang harus benar-benar memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Di situlah yang menarik. Justru kualitas dari para calon kepala daerah akan diuji. Mereka dituntut mampu memikat pemilih melalui platform digital. Tolok ukurnya jelas. Program. Semakin menarik dan masuk akal programnya, potensi besar untuk meraup suara.

- ADVERTISEMENT -

Inovasi dan kreativitas menjadi tantangan tersendiri. Calon kepala daerah juga harus mengemas kampanye semenarik mungkin. Tidak boleh biasa-biasa saja. Saya membayangkan bagaimana Pilkada Virtual digelar. Calon kampanye menggunakan platform media sosial. Pasti keren.

Kendati demikian, cara konvensional seperti tatap muka tetap harus dijalankan. Meskipun dalam menjalankannya harus sesuai dengan standar protokol kesehatan. Calon kepala daerah tidak hanya bertugas meyakinkan pemilih, namun juga ikut mencegah penyebaran Covid-19.

Di sinilah kesungguhan calon kepala daerah juga diuji. Tidak boleh mengumpulkan massa, mereka harus mengubah strategi. Harus door to door. Bertemu konstituen dari rumah ke rumah. Satu per satu. Jalan kaki dari gang ke gang, dari kampung ke kampung.

Ada sisi baiknya. Kenapa? Dengan begitu kita bisa melihat, mana calon kepala daerah yang berkualitas. Kita juga bakal menemukan calon kepala daerah mana yang bersungguh-sungguh menemui rakyatnya. Sembari kampanye, calon kepala daerah juga dapat memetakan kondisi di daerahnya masing-masing.

Di masa pandemi, calon kepala daerah harus bisa mengombinasikan cara digital dan konvensional. Mengemas programnya semenarik mungkin agar dapat memikat hati pemilih. Tidak bisa lagi hanya modal mendatangkan artis atau teriak-teriak di atas mimbar.

Saya sangat yakin, pilkada kali ini akan melahirkan kepala daerah yang berbobot, bermutu, dan berkualitas. Karena sudah pasti, mereka harus menderita dulu untuk menjadi pemimpin di daerah masing-masing. Dan yang paling penting, seharusnya anggaran pilkada bisa dipangkas. (***)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.