- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Corner Kick (15); Berdamai dengan Arus Digitalisasi

Oleh Guntur Marchista Sunan

INTREN.ID, BATAM – Perkembangan platform digital begitu masif. Kian tak terbendung. Tidak hanya menjadi sumber informasi, arus digitalisasi juga mulai merambah sektor promosi. Bahkan, sebagian besar cara-cara konvensional sudah mulai ditinggalkan.

Data dari We Are Social dan Hootsuite terkait lanskap digital dunia 2020 begitu mencengangkan. Data ini mengungkap pelbagai hal menarik seputar perkembangan dunia digital. Tidak hanya mengulik kondisi di negara maju. Data soal Indonesia juga ditampilkan.

Menurut data yang dirilis tersebut, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 175,4 juta orang. Jumlah tersebut naik 17 persen atau sekitar 25 juta orang di banding tahun sebelumnya. Diprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Lalu, jika dikaitkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 272,1 juta jiwa, maka sebanyak 64 persen penduduk Indonesia merasakan akses dunia maya. Bayangkan jika seluruh wilayah di negeri ini terjamah oleh internet. Bisa dipastikan tahun depan akan meningkat tajam.

Alat yang digunakan untuk berselancar di jagat dunia maya pun lebih bervariasi. Sebanyak 96 persen menggunakan mobile phone, 94 persen memakai smartphone, 21 persen non-smartphone mobile phone, 66 persen menggunakan laptop atau komputer desktop, 23 persen tablet, 16 persen konsol game, serta 5,1 persen virtual reality device.

Yang menarik juga, sebanyak 338,2 juta menggunakan ponsel. Artinya, ada juga satu orang yang memiliki lebih dari satu ponsel. Dan yang menarik lagi, 160 juta adalah pengguna aktif media sosial (medsos). Jumlah pengguna medsos di Indonesia meningkat 10 juta.

- ADVERTISEMENT -

Sementara, medsos yang paling banyak diakses dari yang paling teratas posisinya meliputi YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, Line, FB Messenger, LinkedIn, Pinterest, We Chat, Snapchat, Skype, Tik Tok, Tumblr, Reddit, serta Sina Weibo.

Membendung digitalisasi sepertinya tidak mungkin. Bagi dunia usaha khususnya, justru akan membunuh diri sendiri. Meskipun cara konvensional dibutuhkan untuk kasus tertentu. Tidak ada cara lain, selain berdamai dengan platform ini. Mengubah mindset dari cara konvensional ke arah multiplatform paling realistis.

Salah satu alasan saya memutuskan “pensiun” dini adalah mindset. Saya berpikir, bertahan dengan pemikiran dan cara konvensional sangat membahayakan. Harus berubah. Hingga akhirnya saya dan beberapa teman mendirikan perusahaan multiplatform dengan basis digital: INTREN MEDIA GROUP.

Kami mencoba mengombinasikan platform digital dengan konvensional. Menggunakan cara-cara digital sembari tetap mempertahankan sebagian kecil cara konvensional. Jika tidak, tentu kami akan tergerus oleh perkembangan zaman. Ditinggalkan.

Tak bisa dimungkiri bahwa saat ini semuanya serba praktis. Semua bisa dilakukan melalui ponsel. Bisa dilakukan di rumah sambil rebahan. Dan di mana saja. Cari informasi, belanja, nonton, belajar, transaksi keuangan, promosi usaha, dan aktivitas lainnya dapat dilakukan dengan mudah.

Itulah mengapa, arus digitalisasi telah mengubah tatanan kehidupan kita. Pilihan ada di tangan Anda. (***)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.