- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Corner Kick (14); Selamat Datang New Normal

Oleh Guntur Marchista Sunan

INTREN.ID, BATAM – Indonesia, bahkan dunia, bersiap mengawali tatanan hidup normal baru. Istilah bekennya new normal.

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menerbitkan keputusan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Alasan pemerintah mengeluarkan panduan ini adalah agar roda perekonomian tetap berjalan. Kendati demikian, pemerintah tetap mengedepankan langkah-langkah pencegahan penularan.

Banyak yang bilang, virus beralias corona ini berbahaya. Bisa menghilangkan nyawa seseorang. Namun sebagian orang berpendapat, lebih berbahaya lagi aparat gabungan yang merazia tempat-tempat keramaian. Beberapa daerah melaporkan, arogansi terjadi. Hehehehehe

Yang pasti, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) belum juga mengumumkan vaksi untuk menghadapi virus itu. Meskipun beberapa negara berspekulasi bahwa obat-obat seperti Remdesivir, Hydroxychloroquine, Favipiravir, Kevzara, Baricitinib, dan lainnya bisa mengalahkan Covid-19.

Pelbagai upaya terus dilakukan untuk menciptakan antivirus. Semua berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin bagi virus itu. Meskipun masih tahap uji coba, namun upaya-upaya tersebut patut diapresiasi. Anggap saja bagian dari ikhtiar.

- ADVERTISEMENT -

Terlepas dari soal vaksin apa yang bisa membunuh virus corona, yang tidak kalah pentingnya adalah “vaksin” untuk menyembuhkan perekonomian yang terlanjur ambyar. Jika perekonomian tidak berjalan, menurut saya malah akan memperparah keadaan.

Kita sama-sama merasakan. Sejak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ekonomi langsung lumpuh. Banyak usaha yang tidak beroperasi. Semua sektor terkena imbasnya. Efek terparahnya lagi, di saat dunia usaha mati, pengangguran terjadi.

Keputusan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan karyawan menjadi buah simalakama. Merugikan semua. Pengusaha dan pekerja pun kena dampak negatifnya. Pengusaha tidak bisa menjalankan usaha, sementara pekerja tak punya penghasilan.

Mungkin keputusan pemerintah untuk menghidupkan dunia usaha dengan beberapa syarat patut dicoba. Tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan. Aktivitas kembali berjalan normal sembari berperang melawan corona. Bukan berdamai.

Dengan demikian, keputusan apakah mau terjangkit Covid-19 atau tidak, ada di tangan kita masing-masing. Silakan beraktivitas dengan normal, namun dengan mematuhi protokol kesehatan.

Selamat menyambut tatanan kehidupan normal baru. Semoga Covid-19 segera hilang dari muka bumi. (***)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.