- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Corner Kick (13); Lebaran Model Baru

Oleh Guntur Marchista Sunan

INTREN.ID, BATAM – Sudah lebih dari tiga bulan dunia diselimuti pandemi Covid-19. Hingga saat ini, belum ada itikad baik dari virus beralias corona itu untuk hengkang dari muka bumi. Korban terus bertambah dari hari ke hari. Nyaris belum ada kabar baik.

Tahun ini, Lebaran begitu berbeda. Jika tahun lalu saya dan keluarga berkesempatan mudik ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), kali ini tidak. Bahkan, tidak merencanakan sama sekali. Apalagi sejak diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Keselamatan nyawa dan kesehatan menjadi prioritas utama. Meskipun harus berjibaku untuk bertahan hidup, mau tidak mau keputusan untuk tidak mudik harus diambil. Keinginan untuk berjumpa dengan keluarga pun tak kesampaian tahun ini. Pasrah sembari berusaha menumbuhkan rasa ikhlas.

Boleh dibilang, inilah Lebaran model baru yang harus saya jalani. Bahkan, mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia yang biasa mudik setiap tahun juga mengalaminya. Menunda keinginan untuk bersilaturahmi dengan keluarga tercinta di kampung halaman.

Tak sekadar mudik yang ambyar. Salat Id yang biasanya digelar ramai-ramai di masjid atau lapangan sudah tidak ada lagi. Apalagi pemerintah sudah memastikan untuk tidak menggelar salat Id berjemaah seperti tahun-tahun sebelumnya. Semua dilakukan di rumah.

- ADVERTISEMENT -

Begitu juga perayaan takbir yang selama ini digelar di jalan-jalan sudah tidak ada lagi. Sembari berharap takbir tetap dikumandangkan walau di hanya di masjid-masjid, tentu kita semua berdoa agar tahun depan bisa mudik dan takbiran keliling seperti sebelumnya.

Memang saat ini kita memiliki teknologi telekomunikasi yang sudah canggih. Bisa video call. Bisa juga telepon. Namun agak hambar rasanya jika menggelar silaturahmi secara virtual. Mungkin karena di luar kebiasaan kita. Tapi ya itu tadi, mau tidak mau harus kita lakukan.

Percuma menyesal atau menyalahkan pemerintah. Toh pandemi tetap terjadi. Covid-19 masih memberikan teror dan ancaman kepada siapa saja. Seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Semua merasakan dampaknya. Si miskin atau si kaya, sama-sama jadi korban.

Ya, perlu kita akui bahwa Covid-19 “mengalahkan” manusia. Semua aktivitas lumpuh. Tidak hanya sektor ekonomi yang terdampak. Sektor sosial juga kena imbasnya. Salah satunya adalah salat berjemaah di masjid yang selama ini menjadi rutinitas kita sehari-hari.

Mungkin juga umat beragama lain juga merasakan hal yang sama. Tidak hanya muslim. Jika sebelumnya beribadah secara bersama-sama, kini harus menggelar ibadah di rumah masing-masing. Tanpa terkecuali. Gereja, pura, hingga vihara tidak menggelar ibadah berjemaah.

Melalui momen Lebaran ini, izinkanlah saya atas nama pribadi dan keluarga besar INTREN MEDIA GROUP untuk mengucapkan maaf lahir dan batin. Mari kita sama-sama saling menguatkan dan berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga kita semua dapat beraktivitas seperti sedia kala. (***)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.