- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Corner Kick (10); Ini Masih Awal, Berikutnya Lebih Berat

Oleh Guntur Marchista Sunan

INTREN.ID, BATAM – Sudah memasuki Ramadan 1441 Hijriah, pandemi Covid-19 belum juga sirna dari muka bumi. Tiap hari pasien terpapar hingga meninggal terus bertambah. Pun demikian di Indonesia.

Virus beralias corona ini mampu memorakporandakan semua sektor kehidupan. Benar-benar dibuat babak belur. Pokoknya tak ada ampun. Semua terkena dampaknya.

Namun yang perlu digarisbawahi, ini baru awal. Masih permulaan. Kalaupun Covid-19 sudah lenyap, masih ada pekerjaan rumah yang lebih besar. Dari situlah tantangan sebenarnya. Yaitu menstabilkan keadaan.

Pandemi tidak hanya memakan korban jiwa. Korban terdampak juga berjatuhan. Efek dari mati suri dunia usaha. Sebelum pandemi, ekonomi Indonesia sudah jeblok. Sekarang pun diprediksi makin jeblok.

Data Kementerian Tenaga (Kemenaker) per 20 April 2020, sebanyak 2.084.593 pekerja di Indonesia terimbas Covid-19. Mereka berasal dari 116.370 perusahaan dan bekerja di sektor formal serta informal.

Dari data tersebut, jumlah perusahaan dan pekerja formal yang dirumahkan adalah 1.304.777 dari 43.690 perusahaan. Sedangkan pekerja formal yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 241.431 orang pekerja dari 41.236 perusahaan.

- ADVERTISEMENT -

Sektor informal juga terpukul karena kehilangan 538.385 pekerja yang berasal dari 31.444 perusahaan atau usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Mengerikan bukan? Belum lagi ancaman tidak adanya tunjangan hari raya (THR) hingga potensi pailitnya perusahaan. Kondisi-kondisi seperti inilah yang menjadi pekerjaan rumah prioritas.

Efek lain yang harus diwaspadai, misalnya soal pasokan pangan yang harus tetap terjaga, mengatasi kemungkinan meningkatnya pengangguran, membenahi sistem pendidikan, hingga mengatasi trauma.

Mau diapakan Indonesia ke depannya pasca-pandemi? Solusi apa yang disiapkan untuk mengerek perekonomian lagi? Bagaimana kegiatan belajar mengajar berikutnya? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang menyelimuti.

Semua jadi pekerjaan rumah yang sangat besar usai berakhirnya pandemi. Baik pekerja maupun pengusaha, sama-sama terkena imbas pandemi Covid-19. Si kaya dan si miskin juga senasib. Pun demikian juga industri lainnya

Di sinilah peran dan fungsi pemerintah. Semua harus direncanakan dengan matang. Yang baik. Dan tentu saja solutif. Tidak sekadar umbar larangan atau imbauan. Tidak pula cuma sekadar obral penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Jangan hanya terfokus pada penanganan Covis-19 saja. Ada hal yang lain juga harus dipersiapkan. Yaitu, kehidupan setelah corona. (***)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.