Collective Leadership Specialist Indonesia, Bangun Platform Dialog Multi-Stakeholders untuk Pemberdayaan Diaspora

INTREN.ID, BANDUNG – Collective Leadership Specialist Indonesia (CLSI) telah resmi diluncurkan oleh lembaga pembangunan yang berbasis di Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia dan para anggota delegasi pada 7 Desember kemarin.

Inisiatif baru ini bertujuan untuk menjadi platform nasional agar dapat memfasilitasi dialog dan kemitraan yang berkelanjutan, dalam memecahkan tantangan seputar diaspora dan migrasi serta memberdayakan komunitas diaspora Indonesia.

Diinisiasi oleh Programme Migration & Diaspora dan Collective Leadership Institute di bawah binaan GIZ Indonesia, CLSI merupakan kolaborasi antara perwakilan dari grassroots community, lembaga pemerintah dan non-pemerintah, organisasi masyarakat (ormas), dan akademisi.

GIZ Country Director of Indonesia, ASEAN, and Timor Leste, Mr Martin Hansen mengucapkan selamat kepada para delegasi CLSI atas pencapaian mereka yang mengagumkan. Pihaknya tidak hanya mengumumkan hasil dari perjalanan tim CLSI, tetapi juga hadirnya Multi-Stakeholder Platform for Dialogue and Collaboration Indonesia.

“Setelah perayaan hari ini, tim CLSI akan menjadi pemain utama dalam menyelenggarakan Dialog Multi-Stakeholder di Indonesia, dengan menjadi wadah nasional dalam memfasilitasi dialog berkelanjutan, kemitraan dan rekomendasi kebijakan,” kata Hansen melalui keterangan tertulis yang diterima intren.id.

CLSI diresmikan setelah adanya pelatihan kepemimpinan selama 6 bulan tentang tata kelola migrasi oleh Collective Leadership Institute (CLI) yang berbasis di Jerman. Pelatihan tersebut melibatkan para delegasi dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Dewan Jaminan Sosial Nasional Indonesia (DJSN), Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia Diaspora Network United (IDN-U), Jaringan Diaspora Indonesia Global (IDN-G), Diaspora Connect, Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI), Prakarsa, dan GIZ Indonesia.

“Pelatihan tersebut membahas tiga modul yang meliputi kepemimpinan kolektif, tata kelola migrasi, dan isu-isu diaspora lainnya. Delegasi yang terdiri dari 25 orang tersebut mengikuti pelatihan atas dasar kesamaan tujuan, yakni mengoptimalkan kontribusi diaspora terhadap Visi Pembangunan Indonesia 2030,” tambah Programme Migration & Diaspora Team Leader of GIZ Indonesia, Makhdonal Anwar.

Diaspora memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional dan pemerintah terus bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain untuk kepentingan mereka.

“Saya berharap CLSI yang menjadi wadah komunikasi dan diskusi tentang isu-isu seputar migrasi dan diaspora ini juga dapat membantu memperkuat jembatan antara program-program pemerintah dengan diaspora Indonesia,” kata Siti Nugraha Mauludiah, Staf Ahli Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Diaspora.

Minggu (10/12/2021), CLSI akan menjadi tuan rumah untuk konferensi nasional perdananya, “Multi-Stakeholders Dialogue Platform for Diaspora Bonds” di Bandung, untuk membahas dukungan terhadap Diaspora Bond dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, guna menjadi bagian dari proses pengembangan tanah air. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.