Cegah Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Kantor, Badan Litbang Kemendagri Berikan Penyuluhan

INTREN.ID, JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan penyuluhan kepada pegawai guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor, Jumat (20/11/2020).

Acara bertajuk “Bagaimana Cara Penanganan agar Terhindar dari Covid-19” ini digelar di halaman Badan Litbang Kemendagri dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain tatap muka, para peserta juga ada yang mengingkuti acara ini secara virtual.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Litbang Kemendagri Kurniasih menuturkan, Covid-19 tidak pandang bulu dalam melakukan serangan. Karenanya para pegawai agar selalu waspada terhadap ancamannya.

Melalui acara ini Kurniasih berharap mampu memberikan pemahaman ihwal pencegahan. Sekaligus penanganan Covid-19 kepada pegawai. “Sehingga tingkat perhatian kita jadi lebih tinggi dan lebih menjaga diri, serta tidak takut melakukan tes PCR (polymerase chain reaction, Red.),” ujar Kurniasih dalam sambutannya.

Dalam acara itu, Badan Litbang Kemendagri menghadirkan dua narasumber yakni dr Rizal Alaydrus selaku Founder of Sarapan Untuk Negeri (SUN) dan Adistika, perwakilan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Baik Rizal maupun Adistika, keduanya banyak menjelaskan terkait dengan pandemi Covid-19.

Adistika memaparkan perkembangan terkini Covid-19 dan upaya yang telah dan akan terus dilakukan oleh Kemenkes. Ihwal pencegahan di lingkungan perkantoran, Kemenkes telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020, tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industi dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

”Di situ sudah dijelaskan bagaimana upaya yang harus dilakukan baik pengelola kantor, pekerja, untuk mencegah terhadap Covid-19,” ujar Adistika.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Litbang Kemendagri, Kurniasih lakukan penyuluhan kepada pegawai. (istimewa )

 

Dia menyebutkan, tatanan normal baru pada masa pandemi bukan berarti dapat melakukan aktivitas dengan bebas. Tatanan ini, katanya, tetap menekankan pada kewaspadaaan dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Dengan begitu, masyarakat dapat hidup berdampingan dengan virus sampai dengan ditemukannya vaksin.

“Selalu menganggap orang lain dan diri sendiri berpotensi menyebarkan virus. Upaya yang dilakukan ini hanya menurunkan risiko, bukan menghilangkan risiko. Kita harus tetap patuh menjalankan protokol Kesehatan,” katanya.

Sementara itu Rizal menjelaskan sejumlah informasi yang beredar di masyakat ihwal cara penanganan pandemi yang belum pasti kebenarannya. Misalnya terkait dengan keampuhan minyak kayu putih yang dianggap mampu menyembuhkan Covid-19.

Padahal, itu belum terbukti dapat mematikan Covid-19. “Minyak kayu putih hanya berguna untuk meringankan gejala klinis Covid-19,” terangnya.

- ADVERTISEMENT -

Selain itu Rizal juga menjelaskan di mana saja virus dapat bertahan lama. Menurutnya, salah satu tempat yang dapat membuat Covid-19 bertahan lama adalah di bagian luar masker. Sedangkan tempat yang tak mampu membikin virus bertahan lama salah satunya di tisu.

Dia berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan masker, termasuk saat melepaskannya. Lama atau sebentarnya virus di atas benda, tergantung pada bahan benda tersebut.

“Dia aktif di situ, tetapi tidak dapat bereplikasi karena harus menempel di manusia untuk memperbanyak diri,” ujar Rizal.

Acara penyuluhan ini mendapat apresiasi dari pegawai Badan Litbang Kemendagri. Salah satunya disampaikan Kepala Bidang Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pusat Litbang Adwil, Kependudukan, dan Pemdes Gatot Tri Laksono. Menurutnya, kegiatan ini membuka cara pandang baru terkait dengan pencegahan sekaligus penanganan pandemi.

Hal senada juga disampaikan Kasubbag Kerja Sama Kelitbangan, Hukum dan Perundang-Undangan Elisabeth Eni PL. “Terima kasih atas penyelenggaraan acara ini, khususnya kepada narasumber yang telah memberikan pencerahan,” tutur Elisabeth.

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Beberapa dari mereka mengajukan sejumlah pertanyaan kepada narasumber, termasuk masukan kebijakan bagi Kementerian Kesehatan.

Kepala Pusat Litbang Adwil, Kependudukan, dan Pemdes Sugeng Haryono menyarakan agar kerja sama dalam pemahaman seputar pandemi dapat berlanjut ke forum berikutnya. Badan Litbang Kemendagri dapat duduk bersama dengan Kemenkes.

Terlebih Kemendagri menjadi pembina sekaligus pengawas jalannya pemerintah daerah, sehingga dapat melakukan koordinasi ke daerah dalam penanganan Covid-19. Supaya pemahaman itu dapat tersebar ke daerah dan masyarakat secara luas.

Selain penyuluhan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 sampai akhir tahun Badan Litbang Kemendagri memfasilitas tes usap Covid-19 dua minggu sekali. Kebijakan lainnya juga diterapkan, seperti menjadwal pegawai yang bekerja dari kantor dan dari rumah.

Dengan begitu, mobilitas para pegawai di lingkungan kantor bisa dibatasi, sehingga tidak terjadi kerumunan. Lingkungan kantor juga rutin dibersihkan dengan menggunakan cairan disinfektan.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas yang menunjang protokol kesehatan juga turut disediakan. Di setiap titik kantor disediakan penyanitasi tangan dan keran mengalir lengkap dengan sabun untuk mencuci tangan.

Pegawai yang masuk diwajibkan mengenakan masker, dan diukur suhu tubuhnya lebih dahulu sebelum memasuki area kantor. Seminggu dua kali lingkungan kantor Badan Litbang Kemendagri disemprot dengan menggunakan cairan disinfektan. Untuk menjaga imun tubuh, para pegawai diberikan sejumlah vitamin, masker, dan penyanitasi tangan. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.