Cegah Lakalantas di Kota Bontang, Andi Faiz Ajak Masyarakat Kampanyekan Tertib Berlalu Lintas

INTREN.ID, BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) menjadi menjadi salah satu momok menakutkan. Bahkan beberapa menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Mulai dari kecelakaan tunggal hingga antarkendaraan.

Perhatian khusus diberikan Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Menurutnya, harus ada kerja sama semua pihak dalam menekan angka lakalantas. Peran keluarga, teman, dan seluruh pemangku kepentingan dirasa penting untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

“Dalam mencegah terjadinya kasus lakalantas ini, tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian. Peran semua pihak sangat diperlukan. Tindakan preventif dan persuasif lebih utama. Sehingga dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi kasus lakalantas,” kata Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bontang itu.

Dari sisi kepolisian, poltisi yang karib disapa Andi Faiz ini mengatakan, upaya penanganan kasus lakalantas terus mengalami peningkatan. Kecepatan tiba di tempat kejadian perkara, proses penanganannya, hingga transaparansi kasusnya harus diapresiasi. Sesuai dengan visi Polri Presisi–Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

“Dari sisi pencegahan harus ditingkatkan. Sosialisasi akan bahaya lakalantas harus terus dilakukan. Di samping itu, upaya pendekatan oleh keluarga juga harus ditumbuhkan. Misalnya, tidak mengendarai kendaraan secara kebut-kebutan, jangan mengizinkan berkendara sebelum cukup umur, pemasangan rambu-rambu dan imbauan di titik rawan, larangan parkir sembarangan, hingga kampanye tertib berlalu lintas. Semua harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Andi Faiz berharap, beberapa kasus lakalantas yang terjadi dapat menjadi pelajaran bagi semua. “Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bontang untuk berpartisipasi dalam rangka mengampanyekan tertib berlalu lintas demi mencegah terjadinya lakalantas, khususnya di Kota Bontang,” tutup Andi Faiz. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.