Catat Ya! Mulai Tanggal 4 Januari 2021, Masuk Balikpapan Wajib Menjalani Rapid Test Antigen

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Dalam rangka menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas di Kota Balikpapan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Balikpapan dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi penanganan pandemi Covid-19 tahun 2020 dan persiapan penanganan Covid-19 Tahun 2021 di Kota Balikpapan, di aula rumah jabatan Wali Kota Balikpapan, Sabtu (2/1/2021).

Kegiatan ini di hadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin, Sekertaris Daerah Kota (Sekdakot) Balikpapan Sayid MN Fadli, Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Arm I Putu Agung Sujarnawa, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel Laut Andri Kristianto, Kadislog Lanud Dhomber Letnan Kolonel Kal Kuswanto, Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty, General Manager Angkasa Pura Barata Singgih Riwahono, PLH KKP Balikpapan Ratna Sari Dewi, serta perwakilan setiap rumah sakit di Kota Balikpapan.

Pembahasan utama rapat yaitu semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Balikpapan, yang mana sudah 90 persen kapasitas rumah sakit sudah terisi oleh pasien Covid-19.

Diketahui saat ini sebanyak 299 pasien terkonfirmasi positif yang di rawat di rumah sakit dengan kapasitas ruangan sebanyak 333 tempat tidur. Hal ini menjadi perhatian utama bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan pasien terkonfirmasi Covid-19 yang harus dirawat di rumah sakit dan harus menyediakan ruangan khusus.

Pihak rumah sakit di Kota Balikapapan menginformasikan bahwa dalam seminggu terakhir, ruang insentive care unit (ICU) dan rawat inap dipenuhi oleh pasien Covid-19 dari klaster keluaga, yang menurut data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikapapan terdapat 444 klaster keluarga.

Pihak rumah sakit juga mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pada minggu kedua bulan Januari 2021 karena bersamaan dengan arus balik.

Dengan adanya dana insentif kesehatan sebesar Rp 12 miliar yang dapat mendukung ketersediaan kelengkapan fasilitas kesehatan yang ada di ruang ICU seperti ventilator dan elemen-elemen lainnya, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengharapkan rumah sakit di Balikpapan memberi dukungannya agar dapat membuka ruangan baru bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, sehubungan dengan bertambahnya kasus Covid-19 di Balikpapan, keputusan terkait pembelajaran tatap muka hingga kini masih dibahas.

“Sekolah tatap muka masih menunggu hasil diskusi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan sambil melihat perkembangan tingkat penyebaran Covid-19 selama 1 bulan mendatang,” ujar Rizal.

Dalam rapat ini juga dibahas terkait upaya dalam menekan penyebaran Covid-19 di pintu masuk vital, seperti bandara dan pelabuhan

Dandim 0905/Balikpapan, Kolonel Arm I Putu Agung Sujarnawa dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan menyampaikan usulan pemberlakuan rapid test antigen jika ingin memasuki Kota Balikpapan. Upaya ini untuk mengurangi penyebaran Covid-19, sehingga tidak sampai membuka tenda darurat.

“Akan ada peningkatan arus balik melalui udara, maka perlu dilakukannya antisipasi dengan memberlakukan tes antigen bagi penumpang yang ingin berpergian ke Balikpapan”, ujarnya.

Untuk mendukung program keamanan dalam mengantisipasi pandemi Covid-19, General Manager Angkasa Pura I Balikpapan, Barata Singgih Riwahono menyampaikan bahwa pengetatan prosedur di bandara mengacu pada Surat Edaran No 22 Tahun 2020 menguatkan Surat Edaran 3/2020.

Dalam surat edaran tersebut Angkasa Pura berkewajiban mengatur calon penumpang agar dapat menerapkan protokol kesehatan. Bagi calon penumpang wajib melakukan tes suhu sebelum masuk ke bandara, memastikan tidak ada kerumunan, dan antrean panjang.

“Otoritas bandara dalam pengawasannya juga mengimbau agar lebih memperketat akses berangkat dan datangnya penumpang, semua harus memenuhi prosedur yang telah ditetapkan”, tegas Barata.

Dia berharap, kegiatan ini bisa lebih meningkatkan keamanan penerbangan di bandara dan saat bertugas tetap gunakan alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan.

Sementara untuk sektor pelabuhan, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan masih terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada penumpang agar tetap menjalankan protokol kesehatan dan tetap mempersiapan dokumen kesehatan negatif Covid-19.

Terkait sosialisai pada masyarakat, Sekdakot Balikpapan, Sayid MN Fadli menambahkan perlu adanya sosialisasi terkait rapid test antigen kepada masyarakat dan penegasan kembali pada protokol kesehatan tentang 3M menjadi 5 M.

“Sebaiknya dibuat menjadi 5 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, hingga menjauhi kerumunan”, ujarnya menjelaskan.

Dari forum tersebut, terdapat kesepakatan bersama bahwa akan diberlakukan aturan bagi calon penumpang pesawat terbang yang akan memasuki Kota Balikpapan wajib membawa dokumen kesehatan rapid tes antigen dengan hasil nonreaktif. Sedangkan bagi anak yang berusia di bawah 12 tahun menggunakan rapid test antibodi dengan hasil nonreaktif. (***)

Editor: Guntur Marcista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.