Bupati Kukar Dorong Produk Indikasi Geografis Gula Aren, Berharap Setiap Desa Punya Produk Unggulan

INTREN.ID, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah menerima audiensi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Gula Aren “Kampung Belayan” Kecamatan Kenohan, Rabu (5/1/2022) di ruang rapat rumah jabatan bupati. Kunjungan itu dalam rangka dukungan proses sertifikasi Indikasi Geografis Gula Aren dan pengembangan MPIG Gula Aren “Kampung Belayan”.

Edi sangat berterima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin antara Pemkab Kukar melalui Dinas Perkebunan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Perkebunan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) wilayah Kaltim, kepala desa, camat, dan semua pihak yang telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi daerah dalam melestarikan budaya lokal dengan menjaga kelestarian produk lokal Gula Aren Etam Tuana Tuha yang berasal dari Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan.

“Perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi produk lokal dengan cara mendaftarkan Indikasi Geografis yang berfungsi sebagai tanda untuk menunjukkan daerah asal suatu barang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut dapat memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan,” kata Edi.

Menurutnya, perkebunan merupakan salah satu program pertanian dalam arti luas yang diusung melalui program Kukar Idaman dan menjadi program andalan. “Saya sangat senang dan bangga dengan kemajuan ini, berarti dinas terkait bekerja mengurusi rakyat dan perkebunan rakyat akan terus berkembang,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan manfaat perlindungan Indikasi Geografis yang dapat dirasakan oleh pembuat produk dan para produsen terhadap kecurangan, penyalahgunaan, pemalsuan, dan lain-lain. Selain itu posisi tawar produk serta kemampuan untuk memasuki pasar baru, baik domestik maupun internasional akan lebih mudah.

“Saya berharap dengan didaftarkanya Indikasi Geografis, dapat menciptakan atau meningkatkan nilai tambah satu produk perwilayah, membuka peluang lapangan kerja, meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas produk dan mencegah delokalisasi produksi, serta dapat memberikan informasi yang jelas kepada konsumen tentang kualitas dan asal produk yang mereka beli,” harapnya.

Sertifikasi Indikasi Geografis ini juga memberikan perlindungan hukum terhadap nama geografis asal produk, jaminan keaslian asal suatu produk, dan peningkatan penerimaan produsen.

Edi juga meminta dalam pengerjaan produk Gula Aren “Kampung Belayan”, tetap menggunakan kearifan lokal yang telah digunakan secara turun temurun. “Tetap gunakan tradisi yang ada, karena kalau nyadap aren ada adab (tradisi, Red.) yang digunakan, saya minta pertahankan kearifan lokal yang sudah ada,” pinta Edi.

Selain itu Edi juga meminta kepada seluruh desa, kelurahan maupun kecamatan yang ada di Kukar bisa mengembangkan dan mengunggulkan potensi daerahnya. “Saya ingin setiap daerah (desa) bisa memiliki produk unggulan, soal izin ataupun pengembangan, pemerintah siap membantu dan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) harus dilibatkan,” tegas Edi.

Audensi ini juga dihadiri Kepala Kanwil Kemenkum-HAM Kaltim Sofyan, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad, Kadis Perkebunan Kukar M Taufik, Kepala DPMPTSP Bambang Arwanto, Kadis Koperasi-UKM Tajuddin, Camat Kenohan H Kaspul, dan Kades Tuana Tuha. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.