BUMN Dituntut Survive di Tengah Pandemi Covid-19, Direksi Wajib Ciptakan Inovasi Model Bisnis Baru

INTREN.ID, JAKARTA – Badan usaha milik negara (BUMN) dibuat babak belur oleh pandemi Covid-19. Sekitar 90 persen perusahaan pelat merah itu terkena dampak virus beralias corona. Namun mereka didorong untuk bisa bertahan.

Menteri BUMN, Erick Thohir mewajibkan seluruh perusahaan BUMN mampu merancang strategi untuk bertahan. Di mana, mereka dituntut tetap menjalankan bisnis untuk melewati tahun berat ini, dan segera bertransformasi.

“2020 harus bisa dilewati, 2021 seluruh perusahaan harus bertahan dan merumuskna strategi baru. Pada 2024, transformasi dan inovasi sudah harus terjadi,” kata pengusaha 50 tahun itu.

Dia menambahkan, kendati sekitar 90 persen perusahaan pontang-panting, namun sektor telekomunikasi dan perbankan masih aman. “BUMN harus memahami perubahan model bisnis. Ini yang saya tekankan kepada seluruh direksi,” tegasnya.

Erick juga mengingatkan kepada bos-bos perusahaan BUMN untuk memperhatikan lima pilar BUMN dan bekerja sama dengan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Selain itu juga menjalin kerja sama dengan kampus terkait riset dan pengembangan alias research and development (R&D).

“Seluruh perusahaan BUMN harus agresif. Kita melakukan kerja sama dan membangun infrastruktur serta bisnis model ke arah friendly digital,” urai Erick. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.