Bukannya Membantu, Kepala Desa Ini Malah Halangi Penyidikan Tambang Ilegal

INTREN.ID, PALEMBANG – Kelakuan oknum kepala desa (kades) di Kecematan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Bangka) ini tidak patut ditiru. Bukannya membantu petugas, Kades Desa Cit berinisial AD (51) ini malah menghalangi petugas yang hendak melakukan penyidikan atas kasus tambang ilegal di wilayah tersebut.

Kepala Seksi 3 Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera di Palembang Harianto menyatakan karena ulahnya tersebut AD ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan ini berawal dari Operasi Jaga Bumi Balai Gakkum Sumatera yang berhasil menangkap Heris Sunandar, pelaku penambangan ilegal dalam Kawasan hutan Produksi Mapur.

Ketika petugas hendak melakukan penyitaan terhadap barang bukti tiga alat berat ekskavator, AD bersama puluhan warga datang. Mereka mendesak petugas tidak membawa barang bukti. Malahan ada oknum warga yang mengintimidasi tiga sopier pengemudi trailer yang akan mengangkut barang bukti.

“Dengan ancaman jika tetap masuk ke lokasi trailer akan dibakar. Peristiwa ini sempat membuat sopir ketakutan mengangkut barang bukti,” beber Harianto.

“Mereka membuat surat pernyataan menolak penyitaan barang bukti yang ditandatangani oleh Kades Cit dan 57 orang lainnya,” sambungnya.

Kata Harianto, penyidik KLHK menjerat AD dengan Pasal 102 ayat (1) jo Pasal 22 Undang Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Kepala Penyidik Perambahan Hutan Gakkum KLHK Supartono menegaskan, sebagai aparat seharusnya AD membantu petugas. Bukan malah sebaliknya menghalangi-halangi aparat penegakan hukum yang tengah bertugas. Kata dia tindakan menghalangi penyidik seperti yang dilakukan AD ini merupakan tindakan pidana.

“Untuk itu agar menjadi pembelajaran bagi yang lain dan ada efek jeranya, saya harapkan AD dihukum seberat-beratnya,” tegas Supartono. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.