- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Bukan Kesalahan Pewarnaan, Ini Penjelasan tentang Zona Hitam Corona Batam

INTREN.ID, BATAM – Per tanggal 26 Juni 2020 lalu, pemetaan per kecamatan penyebaran kumulatif pasien virus corona baru (Covid-19) di Batam yang sebelumnya hitam dan merah telah berubah menjadi kuning dan oranye.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, hal tersebut dikarenakan adanya tingkat kesembuhan yang bertambah dan jumlah pasien yang yang masih dirawat pada angka sangat rendah.

Kata dia, banyak yang mempertanyakan adanya zona hitam di Batam yang menjadi perhatian sejumlah pihak. Karena zona tersebut tidak ada di beberapa kota lain di Indonesia.

Didi mengungkapan, zona hitam yang terdapat di peta merupakan kebijakan lokal yang telah disepakati oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Warna hitam tersebut merupakan gambaran untuk mempermudah pembacaan jumlah kumulatif, bukan situasi daerah.

“Untuk peta yang ditampilkan satu pekan lalu adalah peta kumulatif dengan warna kesepakatan Provinsi Kepri. Dan untuk warna hitam di peta kumulatif, bukan berarti masuk ke zona hitam,” kata Didi, Selasa (30/6/2020).

Jika untuk peta situasi daerah, Didi mengungkapkan masih sama dengan nasional. Hanya ada empat warna yaitu hijau, kuning, orange dan merah. Sesuai peta yang telah ditampilkan sejak tanggal 26 Juni 2020 lalu, yang merupakan peta situasi sesuai dengan standar nasional.

- ADVERTISEMENT -

Didi juga menyatakan, pemilihan warna tersebut untuk bisa mengingat masyarakat tentang daerah tersebut dengan tingginya jumlah warga yang telah terpapar.

“Pemilihan warna hitam ini juga sebagai informatif, jadi lebih mudah melihat daerah mana yang telah tinggi jumlah terpaparnya,” ungkapnya.

Namun, dengan menurunnya jumlah kasus penyebaran di Batam, akhirnya Pemko Batam memutuskan untuk mengikuti pewarnaan peta sesuai dengan standar nasional.

“Jumlah untuk saat ini sudah tidak terlalau tinggi, dan jumlah per kecamatan di Batam tidak ada yang di atas sepuluh. Jadi pewarnaan peta kita ikuti nasional saja,” tutupnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.