- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Bontang Kembali Catat Kasus Corona, Anak Umur 13 Tahun Positif Terinfeksi

INTREN.ID, BONTANG – Status zero kasus virus corona baru (Covid-19) di Bontang kembali tidak bertahan lama. Selasa (14/7/2020) hari ini, pasien terkonfirmasi terpapar virus asal Wuhan ini lagi-lagi bertambah satu orang di Kota Taman.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang dr Bahauddin saat menggelar konferensi pers di Gedung PSC Bontang. Dirinya memaparkan, pasien ini merupakan seorang anak perempuan berusia 13 tahun dan tinggal di Kelurahan Bontang Baru.

Pada 5 Juli lalu, pasien yang saat ini diberi kode BTG 17 itu mengikuti rapid tes sebagai persyaratan masuk kembali ke panti asuhan setelah beberapa waktu lalu diliburkan lantaran adanya pandemi ini. Rapid test dilakukan pihak panti asuhan bekerja sama Dinas Kesehatan Bontang.

Saat melakukan rapid test, anak tersebut hasilnya dinyatakan reaktif . Lalu dia diminta pulang untuk melakukan isolasi mandiri dan ditetapkan sebagai orang tanpa gejala (OTG). Keesokan harinya pada 6 Juli, dilakukanlah tes swab.

“Pada hari ini keluar hasilnya positif dan saat ini dirawat di RSUD Taman Husada,” ujarnya.

- ADVERTISEMENT -

Bahauddin menuturkan, saat ini yang bersangkutan secara umum dalam kondisi baik. Dikarenakan masih berstatus anak-anak, sehingga tim gugus Covid-19 Bontang juga bekerja sama Dinas Pemberdayaan dan Anak untuk melakukan pendampingan terkait dengan psikologisnya.

“Kami sampai saat ini masih terus melakukan tracing terhadap siapa saja yang pernah kontak erat dengan pasien BTG 17 ini. Siapa saja yang merasa pernah kontak erat dengan BTG 17 ini bisa menghubungi kami,” terangnya.

Kata Bahauddin, diketahui sebelum melakukan rapid tes, yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan ke Sangatta untuk bertakziah terhadap keluarganya yang meninggal. Namun di Sangatta, dia dan keluarganya tidak sampai menginap.

Selama di sana sampai kembali pulang ke Bontang, BTG 17 ini melakukan kontak erat kepada keluarganya dan teman bermain di rumah. Sehingga semuanya saat ini harus menjalani isolasi mandiri. “Untuk riwayat pergi ke tempat umum ataupun tempat keramaian tidak pernah,” tukasnya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.