Bocah PDP Corona di Bontang Meninggal, Orang Tua Diduga Berbohong

Hasil Rapid Test Positif, Rumah Sakit Bantah Lalai

INTREN.ID, BONTANG – Bocah berusia 8 tahun yang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona baru (Covid-19) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal dunia, Jumat (24/4/2020). Pasien berinisial AMSM yang diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test itu meninggal di RSUD Taman Husada sekira pukul 02.00 Wita.

Diketahui sebelum meninggal, AMSM yang berjenis kelamin laki-laki itu pernah dirawat di RSIB Yabis dengan rekam medis gagal ginjal. Saat dirujuk ke RSUD Taman Husada, yang bersangkutan dilakukan rapid test pertama dan hasilnya positif.

Dari hasil rapid test tersebut lantas dilanjutkan pemeriksaan swab. Hasilnya dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Namun belum sempat hasil swab datang, pasien berstatus DP tersebut sudah meninggal dunia terlebih dahulu.

Dalam peristiwa ini, beredar informasi jika orang tua AMSM diduga sempat melakukan kebohongan kepada petugas medis di RSIB Yabis. Hal ini dikuatan berdasarkan pernyataan klarifikasi yang dikeluarkan manajemen RSIB.

Dalam keterangan RSIB, orang tua AMSM sempat ditanya perihal riwayat perjalanan yang dilakukan pasien berikut keluarganya. Orang tua AMSM menjawab bahwa mereka tidak pernah melakukan riwayat perjalanan ke luar kota.

Namun berdasarkan informasi yang beredar, ternyata pasien dan orang tuanya pernah melakukan riwayat perjalanan ke Jakarta yang berstatus zona merah Covid-19.

- ADVERTISEMENT -

“Sehubungan dengan beredarnya informasi terkait pasien positif PDP Covid-19 dengan rapid test positif yang menyatakan bahwa RS Islam Bontang ‘lalai’ ialah tidak benar. Kejujuran menjadi satu acuan penting untuk difahami bersama,” tulis klarifikasi manajemen RSIB tersebut.

AMSM dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nyerakat Kampung, RT 02 Kelurahan Bontang Lestari pukul 06.50 Wita. Jenazah AMSM dibawa dalam peti berwarna putih, diantar ke TPU Bontang Lestari menggunakan mobil ambulans milik RSUD Taman Husada.

Proses pengantaran jenazahnya dikawal ketat oleh Dinas Kesehatan, Patwal Shabara Polres Bontang, dan anggota sat Intelkam Polres Bontang. Proses pemakaman jenazah dilakukan berdasarkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Para petugas medis, petugas makam dan penggali kubur dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) juga dilengkapi alat pelindung diri (APD) lengkap dalam proses pemakamannya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.