BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Terjadi hingga Akhir Agustus, Safaruddin Imbau Nelayan Jaga Kondisi Tubuh saat Melaut

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Cuaca buruk diperkirakan terjadi hingga bulan depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi mulai 17 Juli hingga 22 Agustus 2022 cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Timur (Kaltim) akan lebih dingin dari waktu yang sama pada 2021. Selain suhu dingin, gelombang laut cukup tinggi.

Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin mengimbau agar para nelayan menjaga kondisi tubuhnya. Mengingat anomali ini dapat menyebabkan badan-badan kita pegal-pegal dan tenggorokan tersumbat, demam, batuk, dan masalah pernapasan terjadi.

“Sesuai arahan BMKG, lebih baik memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan vitamin dan produk makanan sehat lainnya. Dengan demikian, meskipun cuaca sedang tidak bersahabat, kondisi tubuh tetap fit,” kata anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua DPD PDI Perjuangan itu juga meminta agar stakeholders terkait, intens menyampaikan informasi perkembangan cuaca kepada nelayan. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginian, mengingat mata pencaharian nelayan adalah mencari ikan di laut.

“Pemerintah melalui OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, dapat bersinergi dengan kepolisian dan BMKG untuk meningkatkan sosialiasi kepada masyarakat terkait cuaca ekstrem ini. Sehingga nelayan kita terlindungi. Karena ini berkaitan juga dengan pasokan ikan di masyarakat,” jelas Kapolda Kaltim 2015-2018 itu.

Diketahui, BMKG memprediksi wilayah Kaltim dan sekitarnya mengalami efek dari fenomena alphelion. Fenomen anomali cuaca ini akan berakhir pada Agustus 2022. Jarak antara matahari dan bumi adalah 90.000.000 km. Tapi selama fenomena Alphelion ini, jarak antara keduanya akan meningkat menjadi 152.000.000 km. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.