- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

BMI Sebut Pemerintah Rawat Tokoh Tak Berintegritas untuk Bela Kebijakannya

INTREN.ID, JAKARTA – Banyaknya tokoh yang bermunculan khususnya di media sosial dalam rangka membela kebijakan Pemerintah dan membungkam kritik dari oposisi menuai tanggapan dari Bintang muda Indonesia (BMI).

Sayap Partai Demokrat ini menilai kelemahan pemerintah, selain karena faktor kebijakan juga karena hadirnya para pendukung yang menurutnya terus dirawat. Sayangnya mereka juga bukan berasal dari tokoh berintegritas.

“Kami melihat tidak ada tokoh pendukung pemerintah yang berasal dari cendikiawan atau mereka yang punya pikiran jernih. Sehingga membuat pesan pemerintah makin sulit ditangkap masyarakat,” ujar Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi, Senin (14/9/2020).

Farkhan juga menyoroti banyak pendukung Jokowi di masa kampanye Pilpres yang tiarap karena kecewa dengan kebijakan yang dianggap ugal-ugalan. Menurutnya banyak kritik tajam dari mantan pendukung Jokowi tidak mampu direspon dengan jawaban yang menjernihkan.

“Justru banyak kritik tajam yang direspon dengan cara menenggelamkam kritik tersebut dengan informasi yang bias. Sehingga pemerintah merasa tidak perlu lagi mengklarifikasi karena publik sudah tidak lagi mengenali mana fakta dan mana informasi sesat,” ungkap Farkhan.

- ADVERTISEMENT -

Menurutnya, jika kebijakan itu dinilai baik sudah pasti akan mendatangkan gelombang dukungan dengan ikhlas. Partai Demokrat misalnya, terus menuai dukungan karena menjadi partai yang tegas menolak Omnibus Law.

Selain itu, kata Farkhan, pada momentum Pilkada kali ini Partai Demokrat bersikap tegas melawan oknum partai yang ingin merusak demokrasi dengan cara memborong semua partai untuk berkoalisi dan mengusung calon tunggal di beberapa daerah.

“Kami tak menolak siapapun yang maju. Tetapi kalau itu dilakukan dengan cara memborong semua partai untuk berkoalisi itu efeknya adalah bisa merusak demokrasi. Ya BMI senang partai Demokrat selalu berupaya menjaga bangsa ini dari sikap pengecut dalam berdemokrasi,” tegas Farkhan.

BMI yakin kalau pemerintah membela kepentingan Rakyat dan menjaga demokrasi otomatis rakyat akan mendukung. Pihaknya juga menyarankan Jokowi sering berdialog dengan tokoh muda, jangan kemudian kalangan dari organisasi kepemudaan dipanggil ketika mau Pilpres saja.

“Agenda mendapat simpati publik akan sia-sia kalau tetap memakai cara lama. Dengan sering memakai tokoh yang tak berintegritas, jarang berdialog dengan kalangan muda dan tak menjaga nilai demokrasi,” pungkas Farkhan. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.