BKDI Bontang Minta Mubalig Jalani Keputusan Pemerintah 

INTREN.ID, BONTANG – Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKDIB) sebagai salah satu wadah yang menghimpun para mubalig di Kota Taman, meminta para mubalig untuk menjalani keputusan Pemkot bersama dengan berbagai unsur terkait.

Ketua BKDIB, Amin Nur, mengatakan, berdasarkan hasil rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Bontang, disampaikan jika salat tarawih selama Ramadan dan salat jumat ditiadakan ditengah pandemi Covid-19.

“Karena tidak ada tarawih dan salat jumat berjamaah di masjid, maka tidak ada juga aktivitas ceramah bagi para mubalig di bulan Ramadan,” ujarnya, Minggu (19/4/2020).

Dari hasil rapat tersebut diputuskan agar masyarakat menjalankan ibadah salat tarawih di rumah. Ia menjelaskan, ada beberapa kesepakatan yang diputuskan dalam rapat tersebut.

- ADVERTISEMENT -

Di antaranya:

  1. Masjid dan musala di wilayah Bontang tidak menyelenggarakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat zuhur di rumah masing-masing.
  2. Masjid tidak melaksanakan salat rawatib (lima waktu) maupun salat tarawih berjamaah di masjid atau musala.
  3. Tidak melaksanakan kegiatan buka puasa bersama.
  4. Tidak melakukan iktikaf di masjid atau musala.
  5. Tidak melaksanakan kegiatan keagamaan atau Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) lainnya. Seperti tabligh akbar, majelis taklim, bazar ramadan, takbir keliling, halalbihalal, dan kegiatan lainnya yang mengumpulkan banyak massa.
  6. Selain itu, ibadah lainnya seperti tadarus Alquran dan sahur diminta untuk dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Keputusan tersebut bersifat sementara, jika ke depan kondisi sudah kembali aman dan kondusif berdasarkan evaluasi dari pemerintah daerah dan pusat, maka keputusan ini bisa menjadi tidak berlaku,” jelasnya.

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.