Bisnisnya Dihantam Pandemi, Ini Penjelasan Lion Air Group Terkait Pengoperasian dan Kerja Sama dengan Penyedia Pesawat

INTREN.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 membuat dunia usaha babak belur. Bahkan, perusahaan raksasa sekelas Lion Air Group juga terkena imbasnya. Kendati demikian, mereka memastikan bahwa bisnisnya tetap berjalan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pengoperasian pesawat dilakukan melalui dua skema atau pola. Yakni finance lease (sewa beli) dan operating lease (sewa pesawat).

Dia menegaskan, selama pengoperasian pesawat, Lion Air Group sangat menghormati perjanjian yang telah disepakati dalam kontrak, dengan menjalankan seluruh kewajiban pembayaran dan pemeliharaan pesawat.

“Dalam kondisi dan situasi masa waspada pandemi Covid-19, di luar kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Lion Air Group melakukan adaptasi yang berdampak ke bisnis, salah satunya restrukturisasi dengan pihak atau mitra Lion Air Group,” kata Danang.

Keputusan ini, lanjut dia, digunakan untuk melakukan perbaikan yang tujuan akhirnya adalah memperbaiki serta memaksimalkan kinerja yang dijalankan perusahaan. Lion Air Group sangat perlu melakukan evaluasi kinerja dan melakukan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing.

“Dari 299 armada yang dioperasikan, baik skema finance lease maupun operating lease, terdapat enam armada yang dikirim ke Alice Spring, Australia, lokasi yang disepakati bersama lessor,” jelas Danang.

Keputusan tersebut diambil dengan penjelasan bahwa:

  1. Lion Air Group sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, 90 persen ada kesepakatan serta solusi terbaik di tengah masa waspada pandemi Covid-19.
  2. Lion Air Group menilai tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik, mengingat kondisi pasar yang ada saat ini mengalami penurunan sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat.
  3. Memberikan dampak lebih efisien serta mampu menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo.
  4. Mendukung operasional dan kinerja Lion Air Group, karena setelah proses direstrukturisasi, biaya mengalami penurunan.

“Lion Air Group senantiasa menghormati berbagai sikap yang diambil atas keputusan berdasarkan prosedur dan ketentuan berlaku sejalan mengutamakan asas profesionalitas bisnis (corporate to corporate) yang telah terjalin selama ini,” sebut Danang.

Namun, sambung dia, Lion Air Group memastikan operasional dan layanan penerbangan tetap dijalankan sesuai permintaan pasar dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan sesuai pedoman protokol kesehatan.

“Pesawat yang ada dan belum dioperasikan tetap dilakukan proses perawatan pesawat dan pengerjaan lain berdasarkan standar operasional prosedur. Hal ini memastikan dan dipersiapkan bahwa seluruh armada dinyatakan layak dan aman diterbangkan,” jelasnya.

Danang mengatakan, Lion Air Group optimistis, pasar penerbangan di Indonesia (pasar domestik) masih ada dan akan terus tumbuh mendatang. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.