Bikin Kontroversi dan Rugikan Partai, Demokrat Resmi Pecat Subur Sembiring

INTREN.ID, JAKARTA – Manuver politik yang dilakukan Subur Sembiring telah mengundang kecaman dan kemarahan kader Partai Demokrat. Rupanya Subur kerap membuat kontroversi yang dianggap telah merugikan Partai Demokrat. Alhasil Partai Demokrat memutuskan memberhentikan tetap Subur dari keanggotaan partai berlambang mercy tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut Subur kerap “bermain-main” di ranah hukum menebarkan hoaks yang mendiskreditkan Partai Demokrat. Namun Partai Demokrat tidak langsung menjatuhkan sanksi kepada kadernya. Dalam hal ini kelakuan Subur masih bisa ditoleransi dan partai memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi calon legislatif (Caleg) DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut I).

“Tak lama setelah Pemilu 2019, baru saja Ketua Umum (Ketum) Bapak SBY kehilangan istri tercintanya, pada Juni 2019, Saudara Subur Sembiring malah menghujat Ketum SBY dan Sekjen Hinca Pandjaitan yang dianggap tidak lagi mampu memimpin Partai,” tutur Riefky Harsya dalam keterangannya kepada intren.id.

Kata dia, pernyataan yang disampaikan saat itu sangat melukai Partai Demokrat. Saat itu partai masih bersabar dan bahkan memberikan ruang kepada Subur untuk mengikuti jalannya Kongres V Partai Demokrat pada tanggal 15 Maret 2020. Subur kala itu sama sekali tidak mempermasalahkan jalannya kongres yang secara aklamasi memutuskan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020-2025.

Hal ini menjadi berbeda ketika Subur tidak masuk dalam susunan kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020-2025. “Saudara Subur Sembiring menjadi frustrasi dan melakukan manuver politik untuk mendiskreditkan Partai Demokrat,” sambungnya.

Subur, jelas Riefky, tidak mengakui legalitas Kongres V Partai Demokrat 15 Maret 2020 dan mempertanyakan keabsahan susunan kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020-2025 di bawah kepemimpinan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Faktanya, Surat Keputusan Susunan Kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020 – 2025 telah disahkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI melalui Keputusan M.HH-10.AH.11.01 Tahun 2020 tanggal 18 Mei 2020.

- ADVERTISEMENT -

Pasca manuver politiknya, Dewan Kehormatan Partai Demokrat menerima puluhan aduan dan usulan dari para pengurus dan kader, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) beserta jajarannya di seluruh Indonesia yang disampaikan melalui media massa maupun melalui sarana lainnya agar Subur diberi sanksi tegas dan dipecat dari keanggotaan Partai Demokrat.

Para Ketua DPD dan Ketua DPC yang juga hadir dalam Kongres V Partai Demokrat merasa keberatan dan tidak terima jika saudara Subur Sembiring menganggap Kongres V Partai Demokrat tidak sah. Puncaknya pada hari Kamis (11/6/2020 para Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat se-Jakarta mengadukan secara resmi tindakan Subur dan melaporkannya ke Dewan Kehormatan secara langsung di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Jakarta. “Singkatnya, kader Partai Demokrat seluruh Indonesia berpandangan bahwa apa yang dilakukan saudara Subur Sembiring telah melewati batas,” tegas Riefky.

Pada Jumat (12/6/2020), Dewan Kehormatan Partai Demokrat yang diketuai Hinca Pandjaitan melaksanakan Sidang Rapat Permusyawaratan Dewan Kehormatan yang dihadiri seluruh anggota. Rapat menghasilkan Surat Keputusan Dewan Kehormatan Nomor: 01/SK/DKPD/VI/2020 tanggal 12 Juni 2020, isinya rekomendasi penjatuhan sanksi pemberhentian tetap sebagai anggota Partai Demokrat kepada Subur.

Isi Keputusannya memberhentikan tetap saudara Subur Sembiring sebagai Anggota Partai Demokrat. Mencabut keanggotaan Partai Demokrat Subur Sembiring dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Hak dan kewajibannya sebagai Anggota Partai Demokrat tidak berlaku lagi.

“Maka perlu disampaikan kepada publik bahwa mulai hari ini kami tidak lagi bertanggung jawab atas apa yang dilakukan Saudara Subur Sembiring karena tindakannya tak lagi dapat dikategorikan mewakili Partai Demokrat. Kami juga menghimbau Saudara Subur Sembiring agar mulai hari ini menghentikan tindakannya mengatasnamakan Partai Demokrat,” jabar Riefky.

“Kami juga meminta seluruh jajaran pengurus baik pusat maupun daerah serta para kader Partai Demokrat untuk tetap solid dan fokus dalam menjalankan roda organisasi Partai di berbagai tingkatan sesuai instruksi, arahan dan petunjuk dari Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono,” tandasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.