Berpikir Positif Bantu Jaga Kesehatan Selama Isolasi di Rumah

Psikolog Sebut Kecemasan Wajar Terjadi pada Situasi Tidak Normal

INTREN.ID, JAKARTA – Masyarakat Indonesia dalam dua pekan ini mengabiskan waktunya di rumah lantaran merebaknya wabah virus corona baru (Covid-19). Namun meski terpaksa berada di dalam rumah, praktisi mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa menjaga kesehatan, salah satunya dengan berpikir positif.

Praktisi dan juga Ketua Aliansi Telemedis Indonesia Prof dr Purnawan Junaidi mengatakan, berpikir positif bagus dilakukan. Lantaran banyak hal yang bisa dilakukan selama di rumah.

Dalam dialog di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Ahad (29/3/2020), Purnawan memberikan kiat-kiat untuk menghalau kebosanan. Khusus selama melakukan isolasi diri maupun ‘physical distancing’ di rumah yang sudah berjalan dua pekan.

Agar tidak bosan yaitu dengan menjaga pikiran tetap positif, bertindak positif dan bersikap positif. “Sikap positif ini baik terutama bagi kelompok usia lanjut yang tidak memiliki aktivitas kerja sehari-hari di rumah,” ungkap Purnawan.

Dalam menjaga pikiran tetap positif, salah satu caranya adalah menyaring informasi yang diterima tentang Covid-19. Hal ini bisa dilakukan salah satunya dengan mendengarkan nasehat dan arahan dari pemerintah sebagai sumber terpercaya sehingga terhindar dari kabar-kabar bohong yang berseliweran.

“Kita dengarkan nasehat dari pemerintah, banyak hoaks miliaran, tetapi coba dengarkan nasehat yang bisa kita pegang salah satunya,” terang Purnawan.

Untuk mendapatkan informasi yang benar, Purnawan menyarankan agar masyarakat mengikuti aplikasi kesehatan. Salah satunya ‘start up’ seperti Halodoc.

- ADVERTISEMENT -

Menurutnya, seluruh ‘start up’ telemedis tersebut telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat tentang Covid-19.

Purnawan menambahkan, untuk mencegah gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari dampak ‘social distancing’ tersebut adalah dengan melakukan aktivitas positif lainnya.

“Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah, misalnya saya menanam pohon, menanam tanaman di perkarangan rumah,” kata Purnawan.

Sementara itu Emeldah, Psikolog Klinis dari Ikatan Psikolog Klinis mengungkapkan, kecemasan yang dialami oleh masyarakat selama menjalani ‘social distancing’ atau ‘physical distancing’ adalah hal yang normal. Khususnya dalam situasi yang tidak normal seperti saat ini.

Situasi tersebut berdampak pada psikologis masyarakat. Mulai dari menimbulkan rasa gelisah, hingga susah tidur dan sulit mengendalikan emosi, sampai suka marah-marah di rumah.

“Sebenarnya dengan gejala ini menurut kami adalah situasi yang normal. Itu adalah respon normal di kondisi yang tidak normal. Sekarang kondisi pandemi di seluruh dunia sedang terkena bencana alam jadi otomatis ada ketidakpastian ketakutan itu menimbulkan kecemasan,” sebut Emeldah. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.