Berhasil Sulap Lahan Kosong Jadi Produktif, Warga Binaan Rutan Batam Panen Tiga Ton Jagung

INTREN.ID, BATAM – Keberhasilan pembinaan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIA Batam dapat dilihat dari sejumlah prestasi yang telah dicapai. Salah satunya panen jagung manis dengan berat mencapai tiga ton, pada Kamis (25/3/2021).

Kegiatan panen raya tersebut dibuka secara simbolis oleh Kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau , Husni Thamrin, yang didampingi Kadivpas, ibu Nafisti, Kadiv Yankum, Kadivmin, Kalapas beserta Karutan Batam, Yan Patmos.

Disampaikan oleh Karutan Batam Yan Patmos, bahwa dalam proses perkebunan ini, rutan batam telah menjalin kerja sama dengan kelompok tanam tani barelang untuk membantu support bibit dan pupuk.

Untuk pengembangan, pihaknya juga telah berencana memanfaatkan lahan yang masih kosong di samping rutan.

“Ke depannya, kami akan memanfaatkan lahan samping rutan Batam yang masih kosong untuk menanam cabe sesuai arahan pak Kakanwil, karena cabe sekarang lagi mahal,” ucap Yan Patmos.

Selanjutnya, jagung-jagung yang telah dipanen akan dijual dan separuh dari hasil penjualan akan diserahkan ke pihak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), serta sebagiannya untuk pembelian bibit lagi.

Lanjut Yan Patmos, hal tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan Rutan Batam. Yang berlaku untuk semua warga binaan, tergantung dari bakat dan minat masing-masing.

“Yang bakatnya memasak akan masuk ke program pembinaan memasak, begitu juga mebel ke bagian mebel dan bertani pembinannya bercocok tanam seperti pembudidayaan jagung tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Kepri, Husni sangat mendukung hal tersebut. Yang menurutnya telah sesuai arahan dari Dirjenpas, agar para Karutan dan Kalapas bisa memanfaatkan lahan, memproduksi dan membina warga binaan yang nantinya uang tersebut masuk ke PNBP.

“Semoga kegiatan di rutan batam ini dapat menjadi penyemangat bagi unit pemasyarakatan di wilayah kepulauan riau untuk memanfaatkan kekosongan lahan untuk hal produktif lainnya,” harapnya.

Husni mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab petugas pemasyarakatan untuk melakukan pembinaan pada warga binaan sehinggga dapat menjadi produktif.

“Inilah hasil pembinaan kita terhadap warga binaan untuk menjadi produktif dengan memberikan dan mengajarkan keterampilan yang nantinya bisa menjadi keahlian warga binaan, sehingga dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan masyarakat nantinya,” tutupnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Get real time updates directly on you device, subscribe now.