Berhasil Selamatkan Uang Negara Mencapai Miliaran Rupiah, Legislator Kepri Apresiasi Kinerja Bea Cukai Batam

INTREN.ID, BATAM – Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin mengapresiasi kinerja Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Kota Batam yang kini terus menorehkan prestasi dalam berbagai penindakan yang merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.

Menurut Wahyu, Bea Cukai Batam sangat komitmen untuk memberantas barang barang ilegal yang sering terjadi di perairan Batam.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Bea Cukai Batam saat ini,” ucap Wahyu kepada intren.id, Minggu (19/9/2021).

Kendati demikian, menurut Wahyu dengan lokasi Batam yang dikelilingi oleh lautan, masih ada pelabuhan- pelabuhan kecil yang belum tersentuh. Sehingga masih berpotensi terjadinya kegiatan melanggar hukum, salah satunya illegal logging.

“Kerja sama antara Bea Cukai dengan masyarakat juga perlu ditingkatkan, agar bisa memaksimalkan hasil yang didapat,” imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sementar itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, M Rizki Baidillah mengungkapkan bahwa terkait dengan illegal logging, Bea Cukai Batam telah bersinergi dengan unsur pengawas lainnya, antara lain Dinas Kehutanan Kepri.

Kedua instansi telah bekerja sama melakukan berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang (UU) RI Nomor 18 Tahun 2013 tengang Kehutanan.

“Contoh nyata dari kegiatan tersebut adalah penggagalan penyelundupan 10.810 batang kayu teki di perairan Pulau Jodoh pada senin 28 Juni 2021 lalu,” ucap Rizki.

Lanjutnya, sampai dengan 31 Agustus 2021, Bea Cukai Batam telah melakukan 347 penindakan dengan nilai kerugian Rp 66,25 miliar. Dari jumlah itu, yang berpotensi menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 18,63 miliar.

“Dari jumlah tersebut di antaranya tiga pelanggaran atas komiditas pangan, serta pelanggaran atas komoditas CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora/Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Satwa dan Tumbuhan Liar Terancam Punah),” ungkapnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.