Berhasil Bina Petani Lokal, Batam Penuhi Kebutuhan Cabai hingga 80 Persen

INTREN.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menerapkan strategi produksi dan marketing. Seiring upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kepala DKPP Kota Batam Mardanis menyampaikan, untuk mendukung hal tersebut pihaknya terus mendorong jumlah dan kualitas produksi komoditas lokal. Dengan capaian satu komoditas cabai hijau hampir memenuhi kebutuhan lokal.

“Produksi cabai hijau kini capai 8 ton per hari, sedangkan kebutuhan per-hari sekitar 10 ton,” ucap Mardanis.

Hal tersebut menandakan Batam tidak perlu mendatangkan banyak cabai hijau untuk kebutuhan harian. Bahkan atas keberhasilan mengembangkan komoditas ini, pihaknya kini mengembangkan produksi cabai-cabai jenis lain dengan membina para petani lokal.

Mardani mengungkapkan, kebutuhan cabai merah di Batam dalam satu hari mencapai 10 hingga 15 ton. “Sementara kini kita baru mampu sekitar 500 kilogram,” kata dia.

Diakui, cabai merupakan komoditas yang terus dikembangkan dan juga terus dipantau hingga pemasarannya. Bukan tanpa alasan, karena komoditas ini kerap menyumbang inflasi bagi Batam.

“Tujuan kehadiran kami salah satunya itu, menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi inflasi,” terang Mardanis.

Tak hanya itu, koperasi petani yang akan menjadi wadah pembinaan atau pengembangan tani Batam ke depan, perihal produksi hingga pemasaran juga telah terbentuk.

Nantinya, anggota koperasi menjual hasil taninya ke koperasi sebelum dijual ke konsumen. Ke depan koperasi juga akan menjual sarana pertanian kepada petani dengan harga murah.

“Kenapa pakai koperasi karena punya prospek, Bank Indonesia akan bantu pengadaan pupuk, obat hama, pendampingan IT juga sarana prasarana,” paparnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.