- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Beredar Kabar Thermal Gun Bisa Merusak Otak, Ini Kata Jubir Pemerintah

INTREN.ID, JAKARTA – Belakangan beredar kabar bahwa thermal gun yang digunakan untuk memeriksa suhu badan sebagai antisipasi virus corona baru (Covid-19) berbahaya dan dapat merusak struktur otak otak. Informasi tersebut dibantah Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto.

Menurut pria yang karib disapa Yuri itu, kabar tersebut tidaklah benar. “Statement ini tidak benar,” tegasnya, Senin (20/9/2020).

Dijelaskan, secara ilmiah banyak ahli telah menyatakan thermal gun hanya mengukur dengan pancaran radiasi sinar inframerah. Sinar ini setiap saat pasti akan dipantulkan oleh semua benda yang ada di sekitar.

Pun begitu, Yuri juga memastikan bahwa thermal gun tidak menggunakan sinar laser ataupun sinar radioaktif semacam sinar-X. “Hanya inframerah,” sebut pria yang juga menjabat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI itu.

- ADVERTISEMENT -

Menurut Yuri merujuk berbagai referensi, pernyataan yang salah tentang thermal gun merusak otak justru membahayakan semua orang. Hal ini bisa memicu kontraproduktif dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

Karenanya Yuri meminta masyarakat dapat menyikapi informasi itu dengan cara yang benar. Serta tidak terhasut dengan isu yang salah. Tidak perlu menambah kesulitan penanganan Covid-19 dengan berita-berita yang menyesatkan.

“Karena ini akan membuat masyarakat semakin panik. Oleh karena itu, inilah yang harus kita jelaskan dan masyarakat agar, memakluminya,” pungkasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.