Belum Satupun Unicorn Indonesia Lakukan IPO, Berikut Penjelasannya

INTREN.ID, JAKARTA – Perusahaan-perusahaan Indonesia terus menunjukkan eksistensinya. Perusahaan rintisan bertitel unicorn terus bertambah dari tahun ke tahun. Sayangnya belum ada satupun perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Oleh karena itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak perusahaan rintisan yang bertitel unicorn tersebut untuk melantai di bursa. Sejauh ini memang belum ada unicorn asal Tanah Air yang melakukan IPO.

Padahal, banyak perusahaan unicorn seperti Tokopedia, Bukalapak, hingga Traveloka. Ada juga Gojek yang berstatus dedacorn.

Baru-baru ini, Tokopedia dikabarkan tengah mempersiapkan diri guna melantai di pasar saham. Kendati demikian, rencana tersebut belum dilaksanakan tahun ini.

“Tidak tahun ini (melakukan IPO, Red.). Mungkin, dalam satu-dua tahun mendatang,” kata CEO Tokopedia, William Tanuwijaya.

Walaupun belum merealisasikan IPO tahun ini, Tokopedia tengah mempersiapkan strategi untuk menjadi perusahaan publik sejak tahun lalu.

Persiapan yang sudah dilakukan di antaranya menata lini bisnis. Tak hanya itu, Tokopedia juga mengangkat mantan Menteri Keuangan dan dan Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo sebagai Komisaris Utama. Pengangkatan Agus merupakan bagian dari strategi untuk melantai di bursa.

Bagaimana dengan perusahaan startup lainnya?

Pada awal 2020 lalu, Bukalapak menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan IPO. Mereka lebih memilih mempersiapkan diri agar perusahaan tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan, baik dari tata kelola maupun segi infrastruktur.

Sementara itu, Traveloka pada 2019 lalu menyatakan jika IPO bukanlah tujuan utama perusahaan. Sedangkan Gojek, yang saat ini sudah berstatus decacorn, pada November 2019 lalu menyampaikan rencana untuk IPO di dua negara, salah satunya Indonesia. Tidak tahu secara pasti kapan Gojek akan melantai di bursa saham. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.