Begini Kondisi Air Baku Batam Jelang H-4 Penggiliran oleh ATB

INTREN.ID, BATAM – Cadangan air baku Kota Batam empat hari menjelang (H-4) rationing (penggiliran) terus mengalami penyusutan yang cukup signifikan.

Dari data yang diterima, 1 Maret 2020 lalu, volume air di Dam Duriangkang telah berada di angka -2,97 meter, dari spillway. Sementara pada Rabu (11/3/2020) volume air telah berada di angka -3,17 meter.

Dari informasi yang diterima, rationing akan dilakukan pada tanggal 15 Maret 2020 mendatang.

Dalam sekenario penggiliran yang akan dilakukan, setidaknya akan berdampak pada 228.900 pelanggan. Rinciannya adalah 196.000 pelanggan domestik, 30.000 pelanggan komersial, dan 2.900 pelanggan industri.

Perlu diketahui, Dam Duriangkang merupakan waduk yang menyuplai 70 persen dari kebutuhan air bersih di Kota Batam.

Dari catatan ATB, sejak akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020, musim hujan hanya terjadi pada bulan November, Desember, dan Januari. Sementara frekuensi Februari sangat rendah, sehingga tidak bisa menstabilkan volume air pada waduk tersebut.

“Kenaikan pada saat musim penghujan di Dam Duriangkang memang tidak siginfikan, jika dibandingkan empat waduk lainnya,” ucap Maria Jacobus selaku Head of Corporate Secretary ATB.

- ADVERTISEMENT -

Dan yang paling menghawatirkan, jika kondisi ini terus berlangsung, maka Dam Duriangkang akan shutdown atau tidak bisa beroperasi sama sekali.

Diprediksi oleh ATB, kemungkinan terburuk tersebut akan terjadi pada 6 Juli 2020 mendatang.

“Maka dari itu, langkah penggiliran ini dilakukan untuk memperpanjang usia dam tersebut,” jelas Maria.

Beberapa upaya telah direncanakan oleh BP Batam yang berkoordinasi dengan ATB. Seperti ialah salat Istisqa (meminta hujan) yang dilaksanakan pada Jumat (6/3/2020) lalu.

Langkah yang cukup serius, yaitu modifikasi cuaca yang akan mengajak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dalam hal ini masih akan dikaji selama 14 hari masa kerja, yang akan menelan biaya hingga ratusan juta rupiah.

Dan langkah terakhir yang telah disiapkan adalah mengalirkan air dari Dam Tembesi ke Duriangkang menggunakan mesin pompa dengan debit hingga 600 liter per detik, dengan jarak terdekat 2,9 kilometer.

“Hal ini telah kita persiapkan untuk mengantisipasi krisis air ini secara lebih cepat (emergency response) seperti pemompaan dari Tembesi ke Mukakuning,” ujar Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan. (*)

Reporter: Agung Maputra
Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.