Begini Cara Pengurusan Jenazah Pasien Positif Corona

INTREN.ID, JAKARTA – Lima orang positif virus Corona baru (Covid-19) dilaporkan meninggal dunia. Menanggapi hal ini, Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan bahwa jenazah pasien positif Covid-19 bakal diurus tim medis dari rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk pemerintah.

Pemakaman dapat dilakukan pihak keluarga/pihak lain setelah mendapat petunjuk dari rumah sakit rujukan. Petugas pemakaman harus memakai alat pelindung diri untuk petugas kesehatan.

“Semacam jas hujan plastik, kemudian dimusnahkan selesai pemakaman,” kata Fachrul dalam siaran persnya, Sabtu (14/3/2020).

Kata dia, untuk jenazah muslim, tetap memperhatikan ketentuan syariat yang mungkin dilakukan. Kemudian menyesuaikan tata-cara sesuai petunjuk rumah sakit rujukan.

Pelaksanaan salat jenazah dianjurkan untuk dilakukan di rumah sakit rujukan. Salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh. Dengan catatan, salat dilakukan tanpa menyentuh jenazah.

“Kemenag akan segera membuat Posko Covid-19 untuk menjawab keluhan-keluhan dari lapangan. Sekaligus mengintensifkan komunikasi dengan posko rumah sakit rujukan,” tegas Menag.

Lebih lanjut Fachrul meminta petugas mengikuti beberapa petunjuk dalam pengurusan jenazah.
Sebelum memandikan/menyemayamkan jenazah, petugas perlu melindungi diri dengan memastikan keamanan dan kebersihan dirinya terlebih dahulu.

Langkah yang bisa dilakukan meliputi:

1. Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan di tempat yang terpisah dari pakaian biasa.

2. Tidak makan, minum, merokok, maupun menyentuh wajah saat berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.

3. Menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.

4. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau penyanitasi tangan berbahan alkohol. Jika memiliki luka, menutupnya dengan plester atau perban tahan air.

5. Sebisa mungkin, mengurangi risiko terluka akibat benda tajam.

- ADVERTISEMENT -

Apabila petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Jika petugas mengalami luka tertusuk yang cukup dalam, segera bersihkan luka dengan air mengalir.

2. Jika luka tusuk tergolong kecil, cukup biarkan darah keluar dengan sendirinya.

3. Semua insiden yang terjadi saat menangani jenazah harus dilaporkan kepada pengawas.

Diterangkan, perawatan jenazah ketika terjadi wabah penyakit menular umumnya juga melibatkan desinfeksi. Desinfeksi biasanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan klorin pada jenazah serta petugas medis yang akan menangani jenazah.

Namun, desinfeksi saja tidak cukup untuk menghalau penyakit infeksi. Petugas medis tetap harus menggunakan pakaian dan alat pelindung, sering mencuci tangan, serta mandi dengan sabun khusus setelah menangani jenazah.

Pengurusan jenazah dengan penyakit menular biasanya diakhiri dengan penguburan atau kremasi, tergantung kondisi. Apabila jenazah dikubur, lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Lokasi penguburan juga harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.

Jenazah harus dikubur setidaknya pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Tanah perkuburan harus diurus dengan hati-hati.

Jika terdapat jenazah lain yang hendak dikubur, jenazah tersebut sebaiknya dikubur di area terpisah.

Bila keluarga ingin jenazah dikremasi, lokasi kremasi setidaknya harus berjarak 500 meter dari permukiman terdekat. Kremasi sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa jenazah sekaligus untuk mengurangi polusi asap.

Setelah semua prosedur perawatan dilakukan, semua bahan, zat kimia, ataupun benda lainnya yang tergolong limbah klinis harus dibuang di tempat yang aman. Desinfeksi dilakukan kembali pada petugas medis dan semua barang yang digunakan dalam perawatan jenazah.

Perawatan jenazah dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Namun, selama dilakukan sesuai prosedur keamanan dan kebersihan, perawatan jenazah justru dapat membantu mencegah penularan penyakit lebih lanjut. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.