Beda Kebijakan Libur Sekolah di Berbagai Daerah, Bagaimana di Tempatmu?

INTREN.ID, SAMARINDA – Belum redanya teror Covid-19, menyebabkan kegiatan belajar-mengajar di beberapa daerah kembali ditunda. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus yang karib disapa corona itu.

Dari Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 421.6/2243/Disdikbud-Ia/2020 tentang Penyesuaian Waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Rumah.

SE ini menyikapi telah dikeluarkannya SE Gubernur Kaltim tentang tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran corona di lingkungan Pemprov Kaltim.

Pada surat edaran awal, waktu pelaksanaan pengalihan KBM di rumah hanya selama 14 hari dari Sabtu (14/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020). Dengan dikeluarkannya surat edaran baru ini, maka telah membatalkan surat edaran lama.

Kepala Disdikbud Kaltim, Anwar Sanusi mengungkapkan, pelaksanaan KBM di rumah selama 14 hari telah diperbaharui dalam pernyataan surat edaran terbaru itu. Dengan demikian, libur sekolah di Kaltim berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Pada surat edaran terbaru ini, Disdikbud Kaltim menyatakan, pelaksanaan KBM di rumah diperpanjang sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Dari Pekanbaru, Pemprov Riau memperpanjang libur dari sebelumnya 30 Maret 2020, menjadi 15 April 2020. Perpanjangan libur sekolah itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Riau Nomor: 800/Disdik/1.3/2020 tentang Layanan Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Rangka Pencegahan Penularan/Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Riau.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Kaharuddin mengatakan, Gubernur Riau memperpanjang masa libur siswa SMA/SMK sederajat guna menindaklanjuti SE dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

“Sesuai edaran Kemendikbud dan instruksi Gubernur Riau, proses libur sekolah dan belajar di rumah diperpanjang sampai tanggal 15 April 2020. Surat edaran sudah kami kirim ke seluruh sekolah kabupaten/kota,” ungkapnya.

Di Banten, KBM di rumah untuk siswa SMA, SMK, dan SKH diperpanjang hingga 1 Juni 2020. Aturan ini berlaku karena melihat perkembangan penyebaran corona.

“Masa belajar dari rumah yang sebelumnya berlangsung hingga 30 Maret 2020, telah diperpanjang mulai 31 Maret hingga 1 Juni 2020 mendatang,” kata Gubernur Banten, Wahidin Halim dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/3/2020).

Aturan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Waktu Libur Proses Mengajar Belajar di Sekolah yang ditandatangani pada Jumat (27/3/2020). “Orang tua dapat ikut mengawasi anak-anaknya menaati aturan ini demi keselamatan kita bersama dan upaya kita melindungi,” kata Wahidin.

Dari Tanah Rencong, Pemprov Aceh juga memperpanjang libur sekolah hingga 30 Mei 2020. Sebelumnya, Aceh telah meliburkan sekolah selama dua minggu, terhitung 16 sampai 29 Maret 2020.

Keputusan penambahan libur dituangkan dalam Instruksi Gubernur Aceh Nomor 04/INSTR/2020 tanggal 27 Maret 2020 yang ditandatangani Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

- ADVERTISEMENT -

“Penambahan libur berlaku untuk semua lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal seperti sekolah, madrasah, dayah dan perguruan tinggi serta lembaga pendidikan lainnya. Libur juga berlaku untuk lembaga pendidikan lainnya seperti TPQ, majelis taklim, madrasah diniyah takmiliyah, program kesetaraan, serta lembaga kursus dan pelatihan,” kata Nova.

Pemprov Jawa Tengah (Jateng) melalui Disdikbud juga resmi menperpanjang masa libur bagi semua siswa. Libur sekolah yang sebelumnya diberlakukan 16-29 Maret 2020, diperpanjang sampai dua pekan ke depan atau sampai 13 April 2020.

Kebijakan libur itu sementara diberlakukan bagi semua sekolah yang berada di bawah kewenangan pemprov, yakni SLB, SMA, dan SMK. Namun biasanya semua kabupaten/kota akan mengikuti karena situasi pandemi corona yang belum juga mereda.

Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri mengatakan, keputusan perpanjangan libur itu didasarkan atas pertimbangan situasi pandemi corona yang saat ini dinilai belum memungkinkan untuk mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Iya betul, kami putuskan belajar di rumah untuk diperpanjang sampai 13 April 2020. Pertimbangannya karena kondisi belum memungkinkan,” paparnya.

Keputusan untuk memperpanjang masa siswa belajar di rumah itu bahkan telah dituangkan dalam SE No. 443/2/09002 tentang Layanan Penyelenggaraan Layanan Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Rangka Pencegahan Penularan dan Penyebaran Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Jateng.

Demikian juga di Jakarta. Pemprov DKI Jakarta memperpanjang libur sampai 5 April 2020, dari sebelumnya sejak 16 Maret sampai 29 Maret 2020. Perpanjangan masa kegiatan belajar di rumah ini dituangkan dalam SE Nomor 32/SE/2020 tentang Pembelajaran di Rumah (Home Learning) pada Masa Darurat Covid-19 yang diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.

“Pembelajaran di rumah pada masa darurat Covid-19 diperpanjang sampai dengan tanggal 5 April 2020,” ujar Nahdiana dalam surat edaran tersebut.

Nahdiana menyampaikan, masa kegiatan belajar di rumah diperpanjang berdasarkan SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 dan Seruan Gubernur Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Covid-19 di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Bawedan sebelumnya mengimbau kepada orang tua para pelajar untuk tidak mengizinkan anaknya bepergian keluar rumah setelah ditetapkan libur bagi sekolah di ibu kota. (***)

 

Reporter: Lukman Maulana, Bambang

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.