Bea Cukai Batam Ciduk Penumpang Pesawat, Tepergok Simpan Narkoba di Selangkangan dan Dubur

INTREN.ID, BATAM – Bea Cukai Batam bersama Avsec Bandara Internasional Hang Nadim berhasil menangkap seorang pria berinisial RM, calon penumpang pesawat rute Batam-Jakarta-Bali, Kamis (29/7/2021). Pria 22 tahun itu diduga mencoba menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam (KPU BC Batam), M Rizki Baidillah menuturkan, barang bukti tersebut disembunyikan di selangkangan dan duburnya.

Dia menambahkan, RM yang berdomisili di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, telah dicurigai oleh petugas saat melakukan pemeriksaan badan.

“Petugas mencurigai paha bagian dalam (selangkangan, Red.) yang bersangkutan,” papar Rizki.

Lalu RM digiring ke hanggar Bea Cukai Batam untuk dilakukan pemeriksaan fisik 100 persen oleh petugas. Hasil pemeriksan, ditemukan barang bukti satu bungkus sabu-sabu seberat 99,5 gram yang disimpan di selangkangan.

“Untuk memastikan lebih lanjut, maka tersangka dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros untuk dilakukan rontgen, dan ditemukan satu bungkus lagi sabu seberat 99,2 gram” jelas Rizki.

Di mana, sambung dia, sabu-sabu tersebut disembunyikan di dalam dubur tersangka. Dengan demikian, total barang haram yang disita seberat 198,7 gram.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti, diserahterimakan ke Kepolisian Resort Kota (Polresta) Barelang.

“Tidak sampai di situ, setelah diserahterimakan ke Polresta Barelang, Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polresta Barelang melakukan pengembangan lebih lanjut, dan berhasil mengamankan pria inisial K alias M di salah satu kawasan perumahan di Batam Kota,” lanjut Rizki.

Dari tangan tersangka K alias M, ditemukan barang bukti tujuh paket sabu-sabu dengan berat total 572 gram.

Sebagaimana diketahui, upaya penyelundupan tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp 10 miliar. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.