BBM Tak Kunjung Turun, BMI Demokrat Sebut Pertamina Tega Minum Darah Rakyat

INTREN.ID, JAKARTA – Organisasi sayap Partai Demokrat, Bintang Muda Indonesia (BMI) menilai Pertamina tidak berpihak kepada rakyat kecil. Pasalnya, hingga kini Pertamina tidak kunjung menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Logikanya, di Asia Tenggara hanya Indonesia negara satu-satunya yang belum menurunkan harga BBM,” kata Waketum I DPN Bintang Muda Indonesia (BMI) Sukri Umar, Kamis (14/5/2020).

Artinya, harga BBM bisa diturunkan dengan argumentasi ilmu ekonomi. Jika argumentasi ilmu ekonomi tersebut tidak diterima oleh Pertamina, maka kecurigaan akan berubah menjadi investigasi dan mungkin berujung pada tindakkan hukum.

Sukri menilai, analisis dan argumentasi Wakil Ketua MPR Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan sangat tepat. Dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM) premium saat ini, Pertamina mendapatkan untung Rp 2,1 triliun per bulan.

“Dari penurunan harga minyak dunia, total cost saving Pertamina Rp13,1 triliun per bulan. Artinya, Pertamina meraup untung yang sangat besar akibat turunnya harga minyak dunia,” sebut Sukri.

Dengan argumentasi tersebut telah membuktikan bahwa Fraksi Partai Demokrat selalu memperhatikan dinamika yang terjadi di Pertamina. Selain itu, masyarakat bersama Partai Demokrat juga akan terus memantau perkembangan persoalan harga BBM ini.

Bahkan Fraksi Partai Demokrat tidak akan segan-segan mengritisi lembaga pemerintahan yang tidak membela masyarakat kecil. Sukri menjelaskan, sejak awal Mei seharusnya pemerintah dan swasta sudah menurunkan harga BBM. Tetapi tidak ada tindakan apapun dari pihak terkait untuk menurunkan harga BBM ini.

Pun pada April lalu, harga minyak dunia tembus di angka USD 20 per Barrel. Bahkan jika merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 Tahun 2020, maka Juli mendatang harga BBM juga harus kembali diturunkan.

“Ada apa dengan Pertamina? Apakah mafia migas kelas kakap tengah bermain di sektor importir BBM?” tanya Sukri.

Menurut dia, hal ini pantas untuk diselidiki dengan acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) dan konstanta pembentuk formula harga BBM.

- ADVERTISEMENT -

Kemudian, di tengah pandemi virus corona ini, sudah sewajarnya Pertamina ikut berperan untuk meringankan beban masyarakat dari untung penjualan BBM. Hal itu bisa dilakukan oleh Pertamina seperti memberikan hibah kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Hibah tentu akan lebih bermanfaat bagi masyarakat agar terus berusaha menghidupkan keluarganya,” ungkapnya.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) pada 27 Maret 2020 lalu setidaknya terdapat 949 laporan dari pelaku koperasi serta UMKM terkena dampak Covid-19. Sebab itu dibutuhkan upaya-upaya Pertamina untuk meminimalisasi dampak negatif pandemi virus corona khususnya mendorong program-program UMKM.

Dalam pantauan BMI, langkah-langkah Pertamina dalam menolong ekonomi rakyat juga tidak masif. Alih-alih menolong, Pertamina maupun apapun lembaga pendonor yang dibentuk Pertamina juga tidak masif.

“Ini benar-benar Pertamina layak dievaluasi baik jajaran Komisaris maupun Direksi,” tegas Sukri.

Dia menambahkan, langkah Pertamina juga mulai menuai kecaman dari elemen pendukung pemerintahan maupun eks relawan Joko Widodo. Berarti kinerja Pertamina saat ini benar-benar disorot semua orang dan Pertamina tak ada artinya lagi bagi rakyat. Ini berbeda dengan Malaysia yang mana Petronas tampil membanggakan bahkan sampai keluar negeri.

“Jika dibandingkan dengan BUMN luar negeri di sektor minyak seperti yang terdekat saja, Petronas, Pertamina tak ada apa-apanya. Bagaikan langit dengan sumur. Untung saja sekarang terjadi pelarangan demo di masa pandemi, kalau tidak, habis Pertamina didemo berbagai elemen masyarakat tiap hari,” tutur Sukri.

“Sekarang mentang-mentang demo dilarang, Pertamina petantang-petenteng enggan ikuti harga minyak dunia,” ujarnya.

Sukri meminta agar semua mafia besar di Pertamina diburu. Sebab kalau tidak, nanti khawatir masyarakat menilai mafianya ada di banyak jajaran pimpinan Pertamina itu sendiri. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.