- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Batam Masuk Zona Merah, Ini Pesan Kepala Kemenag yang Bikin Sejuk

INTREN.ID, BATAM – Lebih dari 40 orang di Kota Batam telah terpapar virus corona baru (Covid-19). Sementara 2.918 warga masuk ke dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 289 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Hingga saat ini, angka kesembuhan di Kota Batam terus meningkat. Dari data 11 Mei 2020, ada sebanyak 27 pasien dari 40 dinyatakan sembuh dan telah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

Atas hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar menyampaikan, peningkatan kewaspadaan kepada masyarakat Batam.

“Wilayah kita sudah masuk dalam zona merah. Mari kita patuhi anjuran dari pemerintah,” ucap Zulkarnain, saat menyampaikan imbauan sekaligus mengedukasi pengurus masjid dan mushala wilayah Kecamatan Sekupang, Ahad (10/5/2020) malam.

Kata Zulkarnain, salah satu cara untuk segera mengakhiri wabah Covid-19 adalah memutus mata rantai dengan memedomani aturan yang ada atau anjuran dari pemerintah. “Semua jemaah harus bisa bersabar dan patuhi anjuran dari pemerintah, agar hal ini bisa segera berakhir,” harapnya

Untuk saat ini, telah banyak fatwa yang bisa diikuti oleh masyarakat. Seperti yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah covid-19. Kata Zulkarnain, Agama Islam itu mengajarkan kepada umatnya untuk menaati Allah, menaati rasul dan menaati pemerintah.

“Pemerintah itu siapa? Ya umara dan ulama. Dengan demikian semuanya harus berkontribusi untuk memutus mata rantai Covid-19,” sebutnya.

“Meskipun berpuasa di tengah pandemi, harapan kita agar umat muslim tetap beribadah di rumah dan tetap menjaga kesehatan. Insya Allah, dengan bersama-sama memerangi covid-19, akan bermuara kepada kesalehan dan kebaikan,” tegas Zulkarnain.

- ADVERTISEMENT -

Dalam kesempatan ini dia juga menyampaikan bahwa hakikat kematian itu dari Allah SWT. Ditambahkannya, ada ima hal yang wajib dijaga oleh kaum muslimin dalam hidup.

“Yang pertama menjaga din (agama), menjaga jiwa (hifzhun-nafsi), menjaga akal (hifzhul-aqli), Menjaga keturunan (hifzhun-nasli), dan menjaga harta (hifzhul-mali),” urainya.

“Tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan tidak berkumpul atau tidak berada di tengah keramaian. Salah satunya, tidak melaksanakan ibadah di masjid. Karena kita sudah masuk wilayah zona merah, tetap melaksanakan ibadah tetapi di rumah masing-masing,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Camat Sekupang, Muhammad Arman mengatakan, seluruh masjid di wilayah Sekupang masih tetap mengumandangkan azan dan bertadarus. Dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan.

“Tidak boleh lebih dari 10 orang yang berkumpul. Kita semua harus menahan diri untuk melaksanakan ibadah di Masjid untuk sementara ini,” kata Arman.

“Pada tahun sebelumnya, pemerintah selalu melaksanakan safari Ramadhan. Tetapi pada saat ini harus ditiadakan, karena adanya pandemi Covid-19 tersebut,” sambungnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.