Bantuan Sembako Dikembalikan karena Kurang, DPRD Batam Tuding Pemko Tidak Sigap

INTREN.ID, BATAM – Pengembalian sembako bantuan bagi warga terdampak pandemi virus corona baru (Covid-19) oleh sejumlah warga RW 01, RT 02 dan RT 04, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa mendapatkan dukungan dari legislator DPRD Batam.

Ketua Komisi 1 DPRD Batam Budi Mardiyanto beranggapan, adanya penolakan bantuan dari warga setempat dengan dasar kekurangan jumlah sejak tahap lalu menjadi cerminan Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak sigap mengatasi hal tersebut.

“Itu artinya pemerintah tidak sigap, tidak tanggap cepat,” ucap Budi, kepada intren.id pada Selasa (4/8/2020).

Bahkan menurut wakil rakyat asal PDI Perjuangan tersebut, data dari Pemko Batam tidak akurat. Harusnya Pemko Batam benar-benar turun ke lokasi untuk melakukan pendataan agar tujuan pendistribusian benar-benar tercapai.

“Turun. Jangan cuma di atas meja. Tetapi betul-betul turun. Buktinya sampai sekarang datanya tidak akurat itu,” tegasnya.

Perihal pengembalian sembako bantuan tersebut, menurut Budi tindakan warga tidak disalahkan. Bahkan dirinya mengibaratkan, jika dia menjadi seorang ketua RT atau RW, apabila berada pada posisi tersebut juga akan melakukan hal yang sama.

Dirinya lebih mementingkan kerukunan dan keharmonisan antar warga dengan tidak menerima bantuan sembako tersebut.

“Daripada saya dimaki sama warga, dikira pilih kasih, atau lainnya. Lebih baik tidak saya terima, untuk menjaga kerukunan warga setempat. Jadikan simpel saya menjawabnya, karena pemerintah tidak kasih bantu, makanya saya tolak,” ungkapnya.

Diketahui, warga RW 01 Kelurahan Batu Besar telah sepakat untuk mengembalikan sembako bantuan pada tahap empat yang rencananya didistribusikan Agustus 2020 mendatang. Ketua RW 01 Syahhid Yusri saat melakukan pertemuan antara warga dan perangkat RT setempat mengatakan ada permasalahan kekurangan jumlah kuota yang terjadi sejak pembagian tahap satu. (***)

Reporter: Agung Maputra

Get real time updates directly on you device, subscribe now.