Bantuan Sembako di Kampung Batu Besar Kurang, Ibu-Ibu Ancam Datangi Pejabat Batam

INTREN.ID, BATAM – Setelah selesai melakukan pertemuan di balai pertemuan, warga RT 02, RW 01 Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam sepakat menolak sembako bantuan dari BP Batam. Yang pendistribusiannya dipercayakan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam pada tahap empat ini, Jumat (7/8/2020).

Menurut Latif, salah seorang warga yang datang dalam pertemuan, kekurangan yang terjadi sejak tahap awal tersebut telah menimbulkan gejolak antar warga. Warga yang berkumpul di lokasi tersebut berusaha untuk menyampaikan protes kepada pihak pemerintah yang mengolah data, agar kekurangan kuota sembako untuk warga bisa dipenuhi.

“Kami protes, masyarakat semuanya, supaya sampai ke atasan (BP Batam) yang mengolah data itu,” ucap Latif.

Dia berharap dengan adanya protes yang dilakukan warga ini, bisa membuat pemerintah kembali meninjau kebenaran perihal kekurangan sembako. Sehingga bisa memenuhi jumlah sesuai yang telah diajukan RT 02/RW 01 kepada Lurah Batu Besar.

“Kami tidak mengada-ada, karena pada tiga tahap sebelumnya itu terjadi dinamika yang sangat luar biasa di RT 02, sehingga terjadi pembelahan di masyarakat. Kasihan para warga yang sudah membantu melakukan pendistribusian, namun tanpa menerima bantuan tersebut demi bisa diberikan warga lain,” bebernya.

“Dan itu pun masih banyak yang tidak terima. Karena kekurangan memang terjadi cukup banyak, lebih kurang 101 paket,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Diah, perempuan berkerudung biru yang mewakili suara ibu-ibu rumah tangga mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan lagi kepada pihak kelurahan terkait kekurangan jumlah tersebut pada tanggal 13 Juli lalu. Namun tidak mendapat tanggapan.

Kata dia, pemerintah selalu mengatakan bahwa data itu yang sudah ada dan telah menjadi acuan untuk melakukan pendistribusian.

“Apakah data itu tidak bisa diubah? Apakah itu Al-Qur’an sehingga tidak bisa diubah. Kalau cuma mengubah data itu pasti sangat mudah,” kata Diah.

Lanjut Diah, Bahkan pemerintah telah mengetahui bahwa terdapat kekurang di kelurahan Batu Besar sebanyak 700 KK, namun memang tidak mau tahu itu.

Diah sedikit mengungkap bahwa Kampung Tua Batu besar ini telah lebih dahulu ada dibandingkan Kota Batam itu sendiri. Bahkan RW 1 Kelurahan Batu Besar ini adalah yang pertama di Kecamatan Nongsa.

“Jangan ada main-main dengan warga Nongsa. Saya bersama orang tua serta kakek telah tinggal di sini sejak dahulu, tapi kenapa tidak dapat sampai tahap ini ? Kami bukan orang-orang baru datang ke kota Batam,” paparnya.

Dirinya juga telah beberapa kali melakukan survei ke beberapa perumahan mewah. Semuanya dapat, bahkan sampai berlebih-lebih. Karena itu pihaknya dan warga Kampung Tua Batu Besar merasa didiskriminasi apabila pemerintah tidak bisa mencukupi kekurangan jumlah sembako yang telah diajukan.

“Jika nanti kekurangan sembako tidak dipenuhi, kami para ibu-ibu akan datangi pejabat-pejabat besar itu, yang di kursi itu dan yang tidak mau tahu kondisi warganya di bawah ini,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihak RT 02 RW 01 Kelurahan Batu Besar, belum menerima informasi adanya penambahan jumlah paket sembako sesuai data yang telah diajukan. RT juga sepakat akan mengirimkan surat kepada lurah, camat, Pemko Batam, BP Batam dan DPRD Batam untuk bisa menindaklanjuti hal ini dengan segera. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.