Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa Tambah Kepedihan Warga Lorong Bengkong Swadebi Batam

INTREN.ID, BATAM – Hujan yang mengguyur Kota Batam pada Ahad (6/9/2020) sore masih menyisakan keprihatinan bagi warga lorong Bengkong Swadebi, RT 01 dan 02/ RW 02, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam.

Menurut warga sekitar Nas, sejak tinggal di kawasan tersebut pada lima tahun terakhir, hujan memang sering membuat kawasan tersebut menjadi banjir. Namun banjir sebelumnya dengan ketinggian yang tidak seberapa sehingga masih bisa diantisipasi, berbeda dengan banjir kali ini.

“Ini memang kali pertamanya ketinggian air sampai sedada, pas di rumah. Jadi semua barang terendam,” ucapnya, saat ditemui awak media, Senin (7/9/2020).

Saat ditemui, dirinya masih membersihkan sisa-sisa banjir di dalam rumah. Tak hanya parabotan rumah yang menjadi korban, satu kendaraan roda empat, serta empat kendaraan roda dua milik warga kos-kosan juga terendam dan rusak sehingga memerlukan biaya perbaikan.

Kejadian yang sama juga dirasakan warga lorong lainnya. Seperti yang diutarakan Sugito. Menurutnya air di lorong tersebut tidak mengalir dengan lancar seperti lorong sebelah atas ataupun lorong sebelah bawah.

Banjir di kawasan tersebut yang tak seperti biasanya diperparah dengan adanya pembangunan dua pagar besi dan beton yang menghalangi drainase mengalir secara baik. Belum diketahui secara pasti mengapa ujung gang di lorong tersebut dibangun pagar besi dan beton oleh pemilik rumah paling ujung di gang tersebut.

Segito juga tidak pernah mendengar adanya sosialisasi terkait pembangunan dua pagar yang menutup Jalan serta menghambat drainase tersebut. Sehingga banjir sangat mudah terjadi bahkan dengan kondisi yang kian parah.

“Enggak sedikit warga sini yang ngekos dan ngontrak akhirnya langsung pindah setelah perabotannya banyak rusak karena kerendam banjir ini,” ungkapnya.

Dengan kerusakan elektronik yang dialami keluarganya dan juga warga di lorong tersebut, dirinya menyampaikan harapan kepada perangkat RT/RW bahkan lurah serta camat. Untuk melakukan peninjauan terhadap bangunan tersebut yang sangat merugikan warga sekitar.

“Kalau harapan kami sih gimana baiknya saja ya. Biar jalan itu bisa dipakai untuk kebaikan masyarakat luas. Kalau tanahnya sih memang punya dia, tetapi kan jalannya punya pemerintah,” harap Sugito.

Sementara itu Siti, warga lainnya mengaku banjir menambah kepedihan di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Lantaran masyarakat harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya perbaikan kendaraan, alat elektronik serta perabotan rumah lainnya.

Menurut Siti yang tinggal hanya bersama kelima anaknya, menjadi permasalahan yang sangat serius. “Lima anak saya masih kecil-kecil sudah ketakutan di dalam rumah, air terus naik. Tidak bisa lagi selamatkan barang-barang, laptop dan kendaraan juga sudah tidak bisa dipakai lagi,” ucap Siti.

Harapan yang sama juga disampaikan agar secepatnyanya unsur pimpinan masyarakat bisa segera bertindak mengatasi permasalahan yang kerap terjadi. Hingga membuat kerugian material yang cukup banyak.

Pengurus Bintang Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepri Rizky dan beberapa kader lainnya juga datang ke lokasi untuk menyerap keluhan masyarakat. Menurutnya hal ini sangatlah vital, sehingga harus segera diselesaikan.

“Sejauh ini telah kami terima beberapa keluhan dari warga setempat. Ini memang harus segera diselesaikan agar tidak terulang kembali. Terlebih saat ini telah masuk musim penghujan,” ucap Rizky.

Dia juga mengatakan, telah menyampaikan hal tersebut kepada pengurus BMI untuk bisa ditindaklanjuti dengan segera. “Kita juga akan segera sampai hal ini kepada dinas terkait, BP Batam dan DPRD kota Batam,” pungkasnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.